kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45892,79   -9,77   -1.08%
  • EMAS932.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Efisiensi mendorong laba bersih Semen Indonesia (SMGR) naik jadi Rp 2,79 triliun


Senin, 01 Maret 2021 / 16:23 WIB
Efisiensi mendorong laba bersih Semen Indonesia (SMGR) naik jadi Rp 2,79 triliun
ILUSTRASI. Pabrik semen dan pelabuhan pengiriman PT Semen Indonesia Tbk SMGR

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melaporkan jumlah pendapatan bersih sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 35,17 triliun. Jumlah ini menurun 12,87% dari realisasi pendapatan tahun 2019 yang mencapai Rp 40,36 triliun.

Direktur Utama SMGR, Hendi Prio Santoso mengatakan, penurunan pendapatan ini disebabkan oleh turunnya permintaan produk bahan bangunan serta beberapa proyek strategis nasional yang mengalami penundaan akibat kebijakan realokasi anggaran pemerintah.

Meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 serta semakin ketatnya persaingan, Hendi menilai SMGR mampu melalui tahun 2020 dengan pencapaian kinerja yang baik, khususnya dalam hal efisiensi biaya.

Baca Juga: Indonesia Fibreboard Industry (IFII) bidik pertumbuhan kinerja 10% di 2021

Emiten pelat merah ini mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya tercermin dari beban pokok pendapatan yang menurun 14,8%, dari sebelumnya Rp 27,65 triliun menjadi Rp 23,55 triliun di 2020.

Penurunan  beban pokok pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan membuat SMGR mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80%.

“Selain itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif,” terang Hendi dalam keterangan resmi, Senin (1/3).

Konstituen Indeks Kompas100 ini membukukan laba bersih tahun 2020 sebesar Rp 2,79 triliun, naik 16% dari torehan laba bersih di periode tahun sebelumnya yang hanya Rp 2,39 triliun. Laba per saham dasar dan dilusinan SMGR untuk periode 2020 naik menjadi Rp 471 dari sebelumnya hanya Rp 403.

Baca Juga: Hingga akhir tahun 2020, ada 17 emiten yang belum penuhi ketentuan free float 7,5%

Hendi melanjutkan, menyikapi kondisi pasar dalam negeri pada tahun 2020, SMGR melakukan ekspansi penjualan ekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Srilanka, dan China.

Pada tahun 2020, SMGR meluncurkan berbagai solusi baru, baik produk baru seperti masonry cement, maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko, serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk-produk SMGR.

Selanjutnya: Kinerja menurun tahun lalu, begini prospek Indo Tambangraya Megah (ITMG) tahun ini

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×