kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Efisiensi dan perluas pasar, Lautan Luas (LTLS) gabungkan dua anak usahanya


Rabu, 25 Maret 2020 / 14:49 WIB
Efisiensi dan perluas pasar, Lautan Luas (LTLS) gabungkan dua anak usahanya
ILUSTRASI. PT Lautan Luas Tbk (LTLS)

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan distribusi bahan kimia, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) akan kembali menggabungkan dua anak usahanya. Kali ini PT Liku Telaga dan PT Dunia Kimia Utama yang akan dimerger. Adapun penggabungan kedua anak usaha bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya anak usaha.

Melansir keterbukaan informasi, PT Liku Telaga berkedudukan di Kabupaten Gresik telah menandatangani Rancangan Penggabungan Usaha dengan PT Dunia Kimia Utama yang berkedudukan di Kabupaten Ogan Ilir. Keduanya adalah anak usaha LTLS yang 53,38% atau lebih dimiliki Lautan Luas. 

Baca Juga: Tingkatkan efisiensi, Lautan Luas (LTLS) akan gabungkan dua anak usaha

Dalam penggabungan usaha ini Liku Telaga akan menjadi perusahaan penerima penggabungan usaha sementara Dunia Kimia Utama akan digabungkan ke dalam Liku Telaga. Adapun seluruh aset dan kewajiban Dunia Kimia Utama juga akan beralih hukum ke Liku Telaga. 

Nah, tanggal efektif penggabungan dua anak usaha Lautan Luas ini direncanakan 1 Juli 2020. 

Investor Relations Manager PT Lautan Luas Tbk Eurike Hadijaya menjelaskan melebur dua anak usaha untuk efisiensi adalah bagian dari management strategy Lautan Luas.

"Dalam hal ini kami akan meningkatkan efisiensi dan diharapkan lebih menjangkau pasar. Efisiensi marketing diharapkan dengan merger maka market lebih luas," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (25/3). 

Meski sudah mengantongi strategi bisnis ini, Lautan Luas tidak imun terhadap dampak corona. Eurike bilang sejauh ini memang belum ada dampak yang berarti untuk LTLS, namun jika ke depannya terjadi lockdown di Jakarta dan kota besar, bisnis logistik pasti akan terganggu. 

Eurike mengungkapkan, awal mula sebelum mewabahnya corona, Lautan Luas memproyeksikan kinerja pendapatan bisa tumbuh 8%-10% di 2020. Namun, karena kondisi Corona saat ini, LTLS berharap pendapatan bisa sama dengan tahun lalu alias stagnan. 

Baca Juga: Lautan Luas (LTLS) menyiapkan dana Rp 250 miliar untuk buyback

Asal tahu saja, upaya penggabungan anak usaha untuk efisiensi tidak hanya dilakukan di tahun ini. Sebelumnya di 2019, Lautan Luas juga menggabungkan anak usahanya untuk efisiensi pengelolaan sumber daya alam.

Kedua perusahaan yang dimerger adalah PT Dunia Kimia Jaya dan PT Advance Stabilindo Industri yang keduanya berkedudukan di Bekasi dan 99% sahamnya dimiliki LTLS.  Adapun pada 26 September 2019, LTLS telah menerima persetujuan penggabungan dan perubahan anggaran dasar Dunia Kimia Jaya. Kemudian 1 Januari 2020, pelaksanaan di lapangan sudah berjalan. 




TERBARU

Close [X]
×