kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Efek Trump masih terasa di IHSG


Selasa, 24 Januari 2017 / 07:54 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyusut. Efek Trump masih mendominasi perdagangan di pasar saham. Senin (23/1), IHSG ditutup menurun 0,06% menjadi 5.250,97.

Sejak awal Januari hingga kemarin atau year-to-date (ytd), IHSG turun 0,5%.

Bima Setiaji, Analis NH Korindo Securities, menilai, pasar masih cemas terhadap ketidakpastian ekonomi global pasca pidato Donald Trump. Kebijakan proteksionisme perdagangan Presiden AS ke-45 ini bisa mengarah pada perang dagang.

”Kami prediksi akan jelek untuk AS,” katanya. Dari dalam negeri, investor masih mencemaskan kondisi politik menjelang Pilkada DKI Jakarta.

Pada transaksi hari ini (24/1), Bima memprediksi IHSG masih sideways cenderung melemah, dengan support 5.225 dan resistance 5.285. Ini sambil menunggu sentimen domestik seperti data penjualan mobil dan foreign direct investment (FDI) kuartal IV 2016.

Sedang William Surya Wijaya, Analis Asjaya Indosurya memproyeksikan, IHSG masih bisa naik. Harga komoditas seperti batubara dan CPO naik. Rupiah juga menguat terhadap dollar AS pasca pelantikan Trump. William pun memperkirakan, IHSG hari ini bullish di level 5.221–5.336.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×