kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Efek neraca dagang


Jumat, 03 Januari 2014 / 08:30 WIB
ILUSTRASI. Infeksi saluran kemih


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Agus Triyono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Rupiah membuka awal tahun 2014 dengan menguat tipis. Di pasar spot, Kamis (2/1), rupiah ditutup di level 12.160 atau naik 0,09%. Di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah justru melemah 0,43% ke level 12.242 dibanding hari sebelumnya.

Ariston Tjendra, analis Monex Investindo Futures mengatakan, rupiah mendapatkan katalis positif dari optimisme pasar terhadap fundamental ekonomi di dalam negeri. Khususnya, setelah data inflasi dan neraca perdagangan yang dirilis positif, kemarin. "Dari sisi global masih belum ada sentimen," katanya.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri mengatakan, rupiah berhasil menguat tipis bila dibanding penutupan pada akhir tahun lalu. Sentimen penguatan rupiah datang dari neraca perdagangan Indonesia yang surplus lebih tinggi ketimbang ekspektasi pasar. Data inflasi pun sesuai ekspektasi pasar.

Ariston dan Reny memperkirakan, rupiah masih akan menguat, hari ini. Penguatan tersebut masih akan dipicu oleh rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang positif. Reny memprediksi, rupiah akan berada di kisaran 12.000-12.120. Ariston memperkirakan, rupiah akan menguat di kisaran 12.100-12.200, hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×