kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Efek neraca dagang


Jumat, 03 Januari 2014 / 08:30 WIB
Efek neraca dagang
ILUSTRASI. Infeksi saluran kemih


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Agus Triyono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Rupiah membuka awal tahun 2014 dengan menguat tipis. Di pasar spot, Kamis (2/1), rupiah ditutup di level 12.160 atau naik 0,09%. Di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah justru melemah 0,43% ke level 12.242 dibanding hari sebelumnya.

Ariston Tjendra, analis Monex Investindo Futures mengatakan, rupiah mendapatkan katalis positif dari optimisme pasar terhadap fundamental ekonomi di dalam negeri. Khususnya, setelah data inflasi dan neraca perdagangan yang dirilis positif, kemarin. "Dari sisi global masih belum ada sentimen," katanya.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri mengatakan, rupiah berhasil menguat tipis bila dibanding penutupan pada akhir tahun lalu. Sentimen penguatan rupiah datang dari neraca perdagangan Indonesia yang surplus lebih tinggi ketimbang ekspektasi pasar. Data inflasi pun sesuai ekspektasi pasar.

Ariston dan Reny memperkirakan, rupiah masih akan menguat, hari ini. Penguatan tersebut masih akan dipicu oleh rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang positif. Reny memprediksi, rupiah akan berada di kisaran 12.000-12.120. Ariston memperkirakan, rupiah akan menguat di kisaran 12.100-12.200, hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×