kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Efek Jokowi memudar, rupiah berpotensi melemah jelang akhir pekan


Kamis, 24 Oktober 2019 / 17:30 WIB
Efek Jokowi memudar, rupiah berpotensi melemah jelang akhir pekan
ILUSTRASI. A customer holds Indonesian rupiah bank notes at a money changer in Jakarta, Indonesia August 13, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dominasi sentimen eksternal diyakini masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat (25/10). Hari ini, kurs rupiah spot cenderung turun.

Kurs rupiah spot pada perdagangan Kamis (24/10) ditutup turun 0,19% ke level Rp 14.059 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau JISDOR, rupiah berhasil tembus ke bawah level psikologis atau menguat 0,39% dari perdagangan sebelumnya, menjadi Rp 13.996 per dolar AS.

Baca Juga: Agresif pangkas suku bunga, BI akui transmisi kebijakan masih lambat

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan, transaksi hari ini rupiah sempat dibuka menguat di level Rp 13.980 per dolar AS. Tapi, sejak sesi siang kurs rupiah spot kembali melemah hingga akhir perdagangan.

Salah satu penyebabnya adalah karena sentimen domestik seperti efek pergantian pemerintahan Joko Widodo yang mulai memudar di kalangan pelaku pasar. Pelaku pasar kini menanti program kerja 100 hari kabinet baru.

"Besok, rupiah kemungkinan bergerak sempit dengan kecenderungan melemah. Sentimennya masih didominasi dari eksternal," kata Ibrahim kepada Kontan.co.id, Kamis (24/10).

Baca Juga: IHSG menguat 1,31% ke 6.339 setelah BI menurunkan suku bunga hari ini

Pasar masih menunggu perkembangan Brexit hingga akhir bulan. Pasar global pun menunggu Federal Open Market Committee dan European Central Bank soal arah moneter pada pekan depan.

Ibrahim memperkirakan, rupiah besok akan bergerak antara Rp 14.010 per dolar AS hingga Rp 14.070 per dolar AS.


Tag

Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×