kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Efek badai memacu harga CPO mekar


Rabu, 25 Oktober 2017 / 13:45 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menguat di tengah badai La Nina. Namun, pelaku pasar masih mencermati prospek permintaan.

Mengutip Bloomberg, Rabu (25/10) pukul 11.29 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Januari 2018 naik 0,4% ke level RM 2.788 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya.

"La Nina adalah pendukung utama untuk kerumitan harga saat ini, namun fundamental negatif dan kurangnya pembelian CPO pada masa mendatang dapat menahan kenaikan harga," kata Gnanasekar Thiagarajan, Kepala Strategi Perdagangan dan Lindung Nilai di Kaleesuwari Intercontinental, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (25/10).

Thiagarajan menyatakan, pembelian CPO untuk musim festival di India sudah berakhir. Sementara musim dingin tidak baik untuk permintaan minyak sawit mentah sehingga ada kekhawatiran pembelian dalam beberapa bulan mendatang.

Sebagai catatan, data Intertek Testing Services menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia periode 1-25 Oktober naik 8,6% menjadi 1,18 ton dibanding periode sama bulan sebelumnya. Sementara menurut data Malaysia Palm Oil Association, produksi CPO Malaysia periode 1-20 Oktober naik 10,5% dibanding periode sama bulan September. Produksi di wilayah Peninsular naik 8,6%, Sabah naik 14,4% dan Sarawak meningkat 13,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×