kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Duh, saham Facebook anjlok di bawah harga IPO!


Selasa, 22 Mei 2012 / 06:32 WIB
ILUSTRASI. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Foto: Dok. Dian Swastatika Sentosa


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Secara mengejutkan, pada transaksi kemarin (21/5), saham Facebook Inc dilanda aksi jual. Kondisi tersebut menyebabkan saham jejaring sosial ini anjlok di bawah harga initial public offering sebesar SU$ 38 pada hari kedua pencatatan saham.

Data New York Stock Exchange menunjukkan, pada penutupan kemarin sore waktu setempat, saham Facebook terjungkal 11% menjadi US$ 34,03. Pada penutupan hari pertama pencatatan (18/5), saham Facebook hanya naik tipis kurang dari 1% menjadi US$ 38,23.

"Investor mulai memahami dengan jelas risiko pada saham. Penurunan harga saham Facebook ini sebenarnya sudah tercermin dari penetapan harga IPO yang sangat tidak realistis," papar Brian Wieser, analis Pivotal Research Group LLC.

Sementara itu, Francis Gaskins, president researcher IPOdesktop.com menilai, Facebook berupaya menahan harga saham dengan menggunakan dana mereka sendiri. "Para pemegang saham sudah mengantri di depan gerbang. Mereka ingin keluar," urainya.

Memang, berdasarkan salah satu sumber Bloomberg yang tak mau namanya disebut, Morgan Stanley, sekuritas yang menangani IPO Facebook, melakukan intervensi dengan membeli secara private saham Facebook untuk mencegah kejatuhan yang lebih dalam.

Kesialan Facebook juga terlihat sejak hari pertama pencatatan. Pada waktu itu, sistem perdagangan sempat terhenti karena kerusakan sistem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×