kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.043   43,00   0,24%
  • IDX 5.756   -184,81   -3,11%
  • KOMPAS100 759   -26,85   -3,42%
  • LQ45 573   -15,86   -2,69%
  • ISSI 199   -6,72   -3,26%
  • IDX30 326   -8,30   -2,49%
  • IDXHIDIV20 404   -7,92   -1,92%
  • IDX80 86   -2,82   -3,18%
  • IDXV30 110   -3,07   -2,71%
  • IDXQ30 105   -2,46   -2,28%

Dua faktor yang menekan SUN akhir pekan lalu


Senin, 28 November 2016 / 11:33 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ada beberapa faktor yang memicu penurunan harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan Jumat (25/11).

Merujuk situs Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per Jumat (25/11), rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price terkoreksi 0,55% dibandingkan hari sebelumnya ke level 108,63.

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menjelaskan, melemahnya harga SUN di pasar sekunder akhir pekan lalu diakibatkan oleh meningkatnya persepsi risiko investasi di Indonesia. Ini tercermin pada angka credit default swap (CDS) Indonesia bertenor lima tahun pada Jumat (25/11) menggemuk 0,51% ketimbang hari sebelumnya menjadi 214,07.

Tekanan juga bersumber dari ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) pada pertemuan 13 Desember 2016 - 14 Desember 2016.

"Meredanya tekanan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika tidak cukup kuat menahan koreksi harga yang terjadi pada perdagangan di hari Jumat," terangnya.

Di pasar spot, Jumat (25/11) valuasi rupiah menguat tipis 0,24% di level Rp 13.525 per dollar AS dibanding hari sebelumnya.

Dengan minimnya katalis dari dalam negeri dan luar negeri, investor terlihat masih melanjutkan aksi jual SUN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×