kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Dolar AS Dipengaruhi Imbal Hasil US Treasury dan Harga Minyak, Ini Proyeksinya


Selasa, 20 Oktober 2026 / 16:11 WIB
Dolar AS Dipengaruhi Imbal Hasil US Treasury dan Harga Minyak, Ini Proyeksinya
ILUSTRASI. DXY dipengaruhi imbal hasil US Treasury, harga minyak, dan kebijakan The Fed. Simak proyeksi indeks dolar AS hingga akhir 2026. (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau US Dollar Index (DXY) hingga akhir 2026 masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tekanan inflasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury serta fluktuasi harga minyak menjadi dua indikator penting yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS ke depan.

Melansir Bloomberg pada Selasa (20/10/2026) pukul 15.46 WIB, DXY berada di level 101,77, melemah 0,21 poin atau 0,21% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,78% menjadi US$ 105,50 per barel.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, ruang penguatan dolar AS berpotensi terbatas apabila ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed telah tercermin di pasar. Namun, tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda dapat menahan pelemahan mata uang tersebut.

“Tetapi, ruang pelemahan dolar juga masih terbatas. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di sekitar 5,14 persen, sementara data CPI dan PPI yang lebih tinggi dari perkiraan menunjukkan bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda,” ujar Yusuf kepada Kontan, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga: Satu Visi Putra (VISI) Private Placement 120,72 Juta Saham, Raup Rp 119,99 Miliar

Menurut Yusuf, arah kebijakan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) masih menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan dolar AS. Apabila tekanan inflasi bertahan lebih lama dari perkiraan, peluang The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat dapat meningkat.

Sebaliknya, jika ekspektasi kenaikan suku bunga sudah diperhitungkan oleh pelaku pasar, potensi penguatan dolar AS cenderung lebih terbatas.

Selain kebijakan moneter, Presiden Komisaris PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menilai keputusan The Fed dan perkembangan harga minyak akan turut menentukan arah DXY hingga akhir tahun.

“Arahnya sangat bergantung pada keputusan The Fed dan harga minyak,” ujar Sutopo.

Ia menjelaskan, penguatan dolar AS yang disertai kenaikan imbal hasil US Treasury berpotensi meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Risiko ini terutama perlu diwaspadai oleh negara yang bergantung pada impor energi, memiliki defisit eksternal, serta rentan terhadap arus keluar modal asing.

Untuk menghadapi ketidakpastian pasar, Sutopo menyarankan investor melakukan pembelian dolar AS secara bertahap hingga Desember, bukan sekaligus. Investor juga perlu menghindari penggunaan leverage berlebihan dan memantau sejumlah indikator penting.

Baca Juga: Rupiah Menguat Selasa (20/10), Capaian Investasi Jadi Penopang Begini Proyeksi Besok

Indikator tersebut meliputi perkembangan kebijakan The Fed, keputusan Bank of Japan (BOJ) pada 29–30 Oktober 2026, serta pergerakan harga minyak dunia.

Dari sisi proyeksi, Sutopo memperkirakan indeks dolar AS bergerak dalam kisaran 101–104 hingga akhir 2026.

Secara teknikal, level resistance terdekat DXY berada di rentang 102,4–102,95. Jika menembus area tersebut, resistance berikutnya berada di kisaran 103–104. Sementara itu, level support berada di 101,9 dan area 100–100,5.

Adapun Yusuf memperkirakan DXY bergerak di kisaran 100–101,5, dengan rentang pergerakan yang lebih luas pada level 99–102,5.

Menurut proyeksinya, DXY berpeluang mendekati level 103 apabila tekanan inflasi mendorong The Fed mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×