kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Divestasi tol seret, optimisme pada WSKT melandai


Selasa, 12 September 2017 / 20:02 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Perusahaan konstruksi, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) belum mendapatkan kata sepakat dari rencana mendivestasi 10 ruas jalan tol. Hal itu disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi BEI pada Selasa (12/9).

Alfred Nainggolan Kepala Riset Koneksi Kapital menyatakan pengumuman tersebut cukup menekan likuditas saham WSKT. Adanya informasi tersebut, memberikan persepsi kepada pasar terhadap perusahaan.

"Dalam view yang lebih besar lagi, optimisime pasar terhadap model bisnis Toll Road Waskita jadi agak melemah," terang Alfred kepada KONTAN, Selasa (12/9).

Menurutnya, progres divestasi ruas tol tersebut menjadi bad news. Pasar bisa mengira apakah bisnis toll road ini akan sesuai yang diharapkan Waskita. Apalagi Waskita sudah keluar cukup banyak sekali dana untuk Toll Road-nya.

"Dua hal ini dilihat oleh pasar, ketika ekspektasi mereka turun, maka terealisasi terhadap penjualan saham," imbuhnya.

Sebagai catatan, saham WSKT tertekan cukup dalam. Pada perdagangan Selasa (12/9), saham WSKT terjerembab sebesar 11,27% atau turun sekitar 240 poin. Saham WSKT bertengger pada level 1.890. Setelah sebelumnya dibuka pada level 2.060. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, saham WSKT berada pada level 2.130.

Selain itu, psikologis pasar terhadap saham WSKT juga terganggu. Hal itu lantaran, pada 1 atau 2 minggu sebelumnya, manajemen cukup optimistis menggaet calon investor pada bulan September. "Tapi ini tidak jadi, ini artinya ekspektasi yang dibangun sudah cukup berlebih," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×