Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS624.167 0,32%

Diverfikasi bisnis jasa pertambangan akan mendongkrak kinerja PP Presisi (PPRE)

Kamis, 11 Oktober 2018 / 22:48 WIB

Diverfikasi bisnis jasa pertambangan akan mendongkrak kinerja PP Presisi (PPRE)
ILUSTRASI. PT PP Presisi Loading Galian Tanah Kepala



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) melakukan diversifikasi usaha ke bidang jasa pertambangan. Langkah ini dilakukan mengekor tren kenaikan harga komoditas tambang. 

Bambang Suyitno, Investor Relation PPRE mengatakan, secara mikro PPRE telah memiliki sebagian besar alat berat yang dibutuhkan dalam jasa pertambangan seperti exacator, bulldozer dan dumptruck.


Emiten berkode saham PPRE ini menargetkan jasa pertambangan dapat berkontribusi 10 % - 15% terhadap kinerja pendapatan, sementara tahun depan PPRE menargetkan jasa pertambangan dapat berkontribusi 18%-20%.

PPRE telah menjalankan kontrak coal hauling dari PT Sriwajaya bara Logistic dengan nilai kontrak Rp 1,5 triliun pada tahun lalu.

Sementara sepanjang tahun ini, kontrak coal hauling didapat dari PT Barasentosa Lestari dengan nilai Rp 1 triliun dan PT Triaryani senilai Rp 1 triliun. Selain coal hauling, PPRE memperluas ruang lingkup jasa pertambangan menjadi terintegrasi dengan dikerjakannya skup pekerjaan overburden removal. Kontrak tersebut didapat dari PT Sumber Daya Hutama dengan nilai Rp 427 miliar.

Sebagai informasi, sepanjang tahun hingga kuartal ketiga tahun ini kontrak baru PPRE bertambah Rp 900 miliar. Sebagian besar kontrak didapat dari Terminal 3 - section 1 (runway) bandara Soetta, Gempol - Pasuruan Toll Road, Serang - Panimbang Toll Road (interchange), jalan akses patimbang port, serta pekerjaan formwork pada grand dharmahusada lagoon surabaya & apartment Begawan Malang.

Artinya, sepanjang tahun ini hingga kuartal III 2018 PPRE telah mengantongi dana Rp 4 Ttriliun dari kontrak baru.
“Kami optimis di sisa tahun ini, PPRE bisa mencapai target yang telah ditetapkan untuk kontrak baru,” kata Bambang. PPRE menargetkan hingga akhir tahun bisa mengantongi kontrak Rp 7,5 triliun.

Dalam risetnya, Artha Sekuritas melihat bahwa PPRE akan menjadi salah satu perusahaan kontruksi milik BUMN yang akan berkembang. Apalagi PPRE melakukan diverfikasi ke industri jasa pertambangan untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan.

Artha sekuritas memprediksi pendapatan PPRE pada tahun 2018 hingga 2019 akan mencapai Rp 2,89 triliun dan Rp 3,96 tiriliun.

Diverfikasi untuk layanan penambangan batubara diperkirakan akan menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi, di tengah melambatnya belanja infrastruktur pemerintah. Artha Sekuritas menyebutkan PPRE mendapatkan kontrak Rp 3,1 triliun yang juga disumbangkan dari kontrak baru jasa penambangan.

Pendapatan dari layanan penambangan diperkirakan akan berulang dan akan mendorong untuk diversifikasi aliran pendapatan dan memperkuat pertumbuhan laba perusahaan di masa depan. Bisnis jasa penambangan diperkirakan berkontribusi 14,8% hingga 2018.

Reporter: Auriga Agustina
Editor: Narita

EKSPANSI BISNIS

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0696 || diagnostic_web = 0.4350

Close [X]
×