Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) Ridwan Goh, investasi bukan sebagai cara instan untuk mencari keuntungan. Ridwan menganggap investasi sebagai proses yang menuntut ketekunan dan analisis.
Menurut pandangan Ridwan, berinvestasi bukan sekadar mencari imbal hasil. “Saya melihat investasi sebagai sarana untuk mengelola dan mengembangkan nilai, bukan sekadar mencari imbal hasil,” kata Ridwan kepada Kontan belum lama ini.
Kombinasi analisis, disiplin, dan pemahaman dinamika ekonomi menjadi aspek yang membuat Ridwan terus tertarik mendalami investasi.
Seiring berkembangnya karier, ketertarikan Ridwan pada dunia investasi muncul secara natural. Minat itu sudah mulai tumbuh sejak awal ia bekerja.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 25.000 Jadi Rp 2.602.000 per Gram, Sabtu (10/1)
Instrumen pertama yang ia pilih adalah saham. Lingkungan profesionalnya saat itu sangat aktif berdiskusi mengenai perkembangan pasar modal, sehingga membuka ruang belajar yang cukup besar.
“Dan dinamika inilah yang mendorong saya untuk terjun dan memahami dunia ekuitas lebih dalam,” kata Ridwan. Dari situ ia mulai membangun kebiasaan menganalisis fundamental, memantau sentimen pasar, dan memahami karakter pergerakan harga saham.
Namun seiring perjalanan waktu, Ridwan menyadari pentingnya diversifikasi untuk membangun portofolio yang lebih stabil. Ia kemudian memperluas instrumen investasinya ke reksadana, emas, dan properti.
Menurutnya, diversifikasi tidak hanya mengurangi risiko, tetapi juga membentuk kerangka berpikir yang lebih sehat dalam mengelola portofolio. “Menambah wawasan, bertukar pandangan dengan rekan-rekan, dan mengikuti perkembangan industri menjadi bagian dari proses saya membentuk portofolio yang lebih solid,” tuturnya.
Dalam prosesnya, Ridwan tidak selalu berada di jalur keuntungan. Ia mengakui ada pengalaman rugi yang terjadi, namun pengalaman tersebut justru memperkuat caranya memandang risiko. “Enggak ada yang namanya investasi tanpa risiko,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kerugian menjadi bagian penting dari pembelajaran. “Hal terpenting adalah memiliki kerangka pengambilan keputusan yang disiplin, memahami karakter instrumen yang dipilih, serta menjaga supaya setiap keputusan selalu selaras dengan strategi jangka panjang.”
Saat ini portofolionya tersusun secara relatif seimbang, dengan porsi deposito 20%, emas 20%, properti 30%, dan saham 30%. Ia menilai komposisi ini memberikan kombinasi stabilitas dan fleksibilitas yang ia butuhkan.
“Portofolio ini saya susun untuk menjaga stabilitas, pertumbuhan, serta fleksibilitas dalam mengambil peluang baru,” ujar Ridwan.
Baca Juga: Harga Emas Spot Naik di Akhir Pekan Ini, Segini Harganya Sekarang
Ke depan, ia tetap mengikuti perkembangan instrumen-instrumen baru yang muncul di pasar, namun tidak terburu-buru menempatkan dana. Prinsipnya sederhana: pahami dulu sebelum berkomitmen. “Prinsip saya sederhana: mempelajari terlebih dahulu sebelum menempatkan komitmen,” tegasnya.
Ridwan menilai kondisi ekonomi global yang dinamis menuntut investor memiliki kemampuan adaptasi sekaligus kehati-hatian dalam mengambil keputusan.
Ridwan juga membagikan tips bagi para investor pemula. Ia menekankan pentingnya membaca perkembangan ekonomi dan keuangan sebagai fondasi awal. Selain itu, berdiskusi dengan orang-orang berpengalaman juga membuka perspektif baru yang tidak selalu terlihat dari data.
Ia menyarankan investor pemula mengenali profil risiko diri sendiri dan tidak mengambil keputusan impulsif. “Investasi itu adalah perjalanan, bukan perlombaan,” pesan Ridwan.
Baca Juga: Indeks Bursa Wall Street Ditutup Menguat, S&P 500 Cetak All Time High
Selanjutnya: Promo JSM Tip Top 9-11 Januari 2026, Nugget Rp 26.000 & Es Krim Diskon 50%
Menarik Dibaca: 9 Tanda Terlalu Banyak Konsumsi Garam pada Tubuh, Cek yuk!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












