kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dilanda aksi jual, IHSG ditutup merosot 0,27%


Selasa, 07 Februari 2017 / 16:18 WIB


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhenti rally setelah menguat berturut-turut empat hari. Selasa (7/2), indeks menutup perdagangan dengan penurunan 14,52 poin atau 0,27% menjadi 5.381,47.

Sebanyak 186 saham melempem, menghalangi 137 saham yang menguat. Sedangkan saham yang tak bergerak ada 95. 

Delapan dari sepuluh sektor IHSG melemah. Grup saham-saham agrikultur tercatat paling melemah, turun 1,4%, diikuti sektor infrastruktur yang sebesar 0,75%. 

Dua sektor yang masih menguat yaitu finansial yang naik 0,24% dan industri dasar sebesar 0,18%. 

Sebanyak 24,7 miliar saham diperdagangkan sore ini, dengan nilai Rp 8,2 triliun.

Di pasar reguler, investor asing masih lebih banyak melakukan pembelian ketimbang jual. Tercatat net buy sebesar Rp 179,6 miliar. Namun, di pasar keseluruhan, terjadi net sell sebesar Rp 244,6 miliar. 

Saham LQ45 yang paling menderita penurunan sore ini antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang turun 3,65% menjadi Rp 2.900, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebesar 2,9% menjadi Rp 6.700, dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) sebesar 2,03% menjadi Rp 386 per saham. 

Sedangkan saham LQ45 yang menjadi top gainers antara lain PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang naik 2,54% menjadi Rp 242, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar 1,85% menjadi Rp 3.300, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 1,24% menjadi Rp 6.100 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×