kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dikatrol nilai tukar, DSSA akhirnya cetak laba


Jumat, 27 Februari 2015 / 18:06 WIB
ILUSTRASI. Arah IHSG seakan masih belum menentu saat tak kunjung menembus level psikologis 7.000. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/YU


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Tedy Gumilar

JAKARTA. Sepanjang tahun 2014 lalu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mulai memperbaiki margin labanya. Anak usaha Grup Sinarmas itu akhirnya berhasil membukukan laba bersih meski masih tipis. DSSA mencetak laba bersih sebesar US$ 6,17 juta pada tahun 2014. Di tahun sebelumnya, DSSA masih mengalami kerugian sebesar US$ 11,92 juta.


Sebenarnya, dari sisi pendapatan, DSSA masih banyak mengalami tekanan. Pendapatan bersih emiten berbasis energi dan infrastruktur ini hanya mencapai US$ 599,63 juta di tahun 2014. Jumlah itu turun tipis jika dibandingkan pendapatan tahun 2013 yang sebesar US$ 606,81 juta.

Meski pendapatannya turun, perseroan bisa menekan beban eksplorasi. Beban ini turun 77% menjadi US$ 70.798. Namun, beban penjualan masih cukup tinggi. Pos beban penjualan ini naik 177% dari US$ 38,4 juta menjadi US$ 107,7 juta. Untungnya, perseroan bisa membukukan laba selisih kurs menjadi US$ 1,2 juta. Di tahun 2013, DSSA masih membukukan rugi kurs hingga US$ 15,3 juta.

"Memang ada banyak faktor yang mempengaruhi margin laba, salah satunya pergerakan nilai tukar," jelas Hermawan Tarjono, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DSSA, kepada KONTAN, Jumat (27/2). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×