kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Didukung Pemerintah, Pefindo Ganjar Peringkat Garuda Indonesia (GIAA) di idBBB


Senin, 21 Juli 2025 / 04:40 WIB
Didukung Pemerintah, Pefindo Ganjar Peringkat Garuda Indonesia (GIAA) di idBBB
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Djalaluddin, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Minggu (8/12/2024). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang yang tiba di bandara Djalaluddin pada bulan September 2024 yaitu 14.961 orang atau meningkat 0,41 persen dari bulan Agustus yang berjumlah 14.900 seiring meningkatnya kegiatan akhir tahun. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memperoleh peringkat kredit idBBB dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat ini mencerminkan peran strategis Garuda Indonesia bagi pemerintah Indonesia. 

Pefindo menyebut Garuda Indonesia memiliki kekuatan posisi bisnis, serta jaringan rute penerbangan yang luas. Namun demikian, Pefindo menyoroti peringkat Garuda Indonesia masih dibatasi sejumlah faktor, termasuk profil keuangan yang lemah, ketatnya persaingan industri, serta sifat industri penerbangan yang sangat siklikal.

Analis Pefindo Tsanya Chindra mengatakan, peringkat GIAA dapat ditingkatkan apabila perusahaan mampu memperkuat kinerja keuangan, seperti meningkatkan yield secara berkelanjutan, menurunkan rasio utang (leverage), serta memperkuat cakupan arus kas. Selain itu, pelaksanaan strategi pengurangan utang dan peningkatan metrik kredit juga akan menjadi faktor pendukung kenaikan peringkat.

Baca Juga: Elnusa (ELSA) Raih Kenaikan Peringkat dari Pefindo Menjadi idAA+

Sebaliknya, peringkat bisa diturunkan jika terjadi penurunan kinerja operasional yang signifikan, seperti merosotnya jumlah penumpang, tekanan pada tarif penerbangan, atau meningkatnya biaya operasional yang berdampak pada profitabilitas dan arus kas. Penurunan juga dapat dipicu jika dukungan pemerintah melemah, mengingat peran strategis pemerintah dalam struktur pemegang saham dan operasi Garuda Indonesia.

Peringkat kredit ini menurut Pefindo akan berlaku pada 27 Mei 2025 hingga 1 Mei 2026. Adapun rating idBBB Garuda Indonesia ini tidak berubah dari sejak Juli 2024. Tapi rating ini menurun dari Februari 2018 berada di idBBB+ dengan outlook stable. 

Hingga 31 Maret 2025, kepemilikan saham GIAA 64,5% dimiliki pemerintah Indonesia melalui PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), 8% oleh PT CT Corpora, dan sisanya dimiliki publik. Pemerintah juga memegang satu saham Dwiwarna yang memberikan hak istimewa dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Garuda Indonesia masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 76,5 miliar dengan pendapatan sebesar Rp 723,6 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×