kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Didorong pertumbuhan organik, pendapatan Tower Bersama (TBIG) naik 15,86%


Rabu, 08 Desember 2021 / 15:38 WIB
ILUSTRASI. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan pendapatan Rp 4,56 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2021


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Dengan saldo kas sebesar Rp 842 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 26,3 triliun. Kemudian, total pinjaman senior bersih (net senior debt) menjadi Rp 10,57 triliun.

Selanjutnya, dengan menggunakan EBITDA triwulan ketiga 2021 yang disetahunkan, yakni Rp 5,58 triliun, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 1,9 kali. Sementara itu, rasio total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,7 kali.

Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, perusahaan memiliki struktur utang yang sangat kuat.

Baca Juga: Valuasi Harga Saham IPO MTEL Disebut Kemahalan, Begini Jawaban Direktur Mitratel

"TBIG juga mempunyai sumber pendanaan yang terlindung nilai sepenuhnya dan terdiversifikasi, serta komitmen atas ketersediaan dari pinjaman yang belum ditarik," tutur Helmy.

Pada akhir Oktober 2021, TBIG menetapkan penawaran surat utang sebesar US$ 400 juta dengan tingkat suku bunga 2,80%.

Surat utang tanpa jaminan yang didahulukan tersebut menawarkan spread paling minimal dari obligasi korporasi non-BUMN Indonesia.

TBIG juga secara reguler mengakses pasar obligasi rupiah melalui program Obligasi Berkelanjutan V dengan jumlah total hingga R b15 triliun yang berlaku sampai Agustus 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×