kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45918,03   -2,28   -0.25%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dibuka Melemah, Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini (5/9)


Selasa, 05 September 2023 / 10:26 WIB
Dibuka Melemah, Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini (5/9)
ILUSTRASI. Rupiah dibuka melemah ke Rp 15.255 per dolar AS di pagi ini (5/9)


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah melemah sebesar 0,10% ke level Rp 15.255 per dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini (5/9). Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan, rupiah dapat bergerak ke kisaran Rp 15.210-Rp 15.275 per dolar AS pada perdagangan hari ini dengan faktor risiko utama datang dari eksternal.

Reny menyampaikan, rupiah kembali menyentuh ke bawah Rp 15.300 per dolar AS setelah simposium Jackson Hole. Pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal terutama kebijakan arah suku bunga The Fed ke depan.

The Fed mengisyaratkan masih dapat menaikkan suku bunga acuan ke depan jika diperlukan dan lebih berhati-hati melihat perkembangan ekonomi AS. Pasar akan wait and see terhadap FOMC September 2023 di saat The Fed akan merilis Fed Projection guidance yang terbaru.

"Saat ini pasar melihat tingkat suku bunga The Fed dapat berada pada level yang tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama dengan terminal rate ke level 5,75% pada tahun 2023," kata Reny saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (5/9).

Baca Juga: Loyo, Rupiah Spot Dibuka Melemah ke Rp 15.255 Per Dolar AS Pada Hari Ini (5/9)

Indeks dolar AS masih berada di atas level 100, mengindikasikan dolar AS masih diminati oleh pelaku pasar sebagai safe haven currency. Indeks dolar AS saat ini berada di kisaran level 103-104 yang mengindikasikan penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama masih berlanjut.

Perkembangan pertumbuhan ekonomi "AS dan data tenaga kerja AS yang menunjukkan perbaikan turut medorong dolar AS kembali menguat di tengah ketidakpastian global yang meningkat," kata Reny.

Ia melihat, posisi rupiah masih akan berada di kisaran Rp 15.000-Rp 15.300 per dolar AS dalam jangka pendek. Berbagai langkah kebijakan telah ditempuh oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik dan pasar keuangan.

Reny cukup optimistis bahwa BI akan mengawasi pasar dengan melanjutkan kebijakan triple intervention dan twist operation untuk menjaga stabilitas rupiah ke depan. BI juga mengimplementasikan kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) dan instrumen SRBI untuk menarik investor.

Namun, dua kebijakan terakhir masih memerlukan beberapa waktu ke depan (minimal tiga bulan) untuk melihat seberapa efektif kinerjanya untuk memperkuat stabilitas pasar dan menarik capital flow.

Pada akhir tahun, Reny mempertahankan proyeksi rupiah di level Rp 14.864 dengan asumsi fundamental dan daya tahan ekonomi domestik tetap solid. Selain itu, kekhawatiran pasar terkait kebijakan suku bunga The Fed sudah priced in sehingga capital flow kembali masuk ke pasar domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×