kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.027   -112,00   -0,65%
  • IDX 7.207   236,13   3,39%
  • KOMPAS100 996   38,18   3,99%
  • LQ45 727   25,46   3,63%
  • ISSI 257   7,51   3,01%
  • IDX30 396   13,68   3,58%
  • IDXHIDIV20 484   12,04   2,55%
  • IDX80 112   4,06   3,76%
  • IDXV30 133   2,45   1,88%
  • IDXQ30 128   3,80   3,06%

Dibayangi Efek Geopolitik & Kenaikan Harga Bahan Baku, Begini Rekomendasi Saham ICBP


Rabu, 08 April 2026 / 10:24 WIB
Dibayangi Efek Geopolitik & Kenaikan Harga Bahan Baku, Begini Rekomendasi Saham ICBP
ILUSTRASI. Produk mi instan produksi Indofood dipajang di Pasar Ritel Modern (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pada tahun 2026 dinilai masih bertumbuh, meskipun dibayangi tekanan dari faktor global, terutama eskalasi geopolitik dan fluktuasi harga komoditas.

Tercatat panduan ICBP untuk tahun 2026, yang mana menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5% - 7% pada sepanjang 2026 dengan margin EBIT di kisaran 20% - 22%. Adapun belanja modal (capex) diproyeksi sebesar Rp 5,5 triliun.

Manajemen menjelaskan bahwa hal ini didorong oleh kuatnya performa pada kuartal IV-2025 yang mana naik 9%, berlanjutnya dukungan belanja pemerintah melalui program MBG (program makan gratis yang kini menjangkau sekitar 60 juta penerima), serta normalisasi belanja konsumen setelah melemah pada paruh pertama tahun.

Baca Juga: Pefindo Beri Peringkat idAA- untuk Medco Energi (MEDC), Prospek Stabil

Tetapi, yang perlu dicermati hitungan tersebut disusun sebelum eskalasi terbaru di Timur Tengah dan belum memperhitungkan skenario geopolitik terburuk.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan acuan target untuk tahun 2026 tersebut masih tergolong realistis. 

Angka tersebut mencerminkan percepatan dibandingkan realisasi pertumbuhan sekitar 3% pada 2025.

“Dampak eskalasi geopolitik terhadap ICBP kami nilai cukup signifikan namun masih manageable,” ujar Azis kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, tekanan utama berasal dari kenaikan harga bahan baku seperti gandum, minyak nabati, dan produk dairy. Kondisi ini berpotensi menekan margin, terlebih dengan adanya risiko pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat meningkatkan biaya impor.

Meski demikian, Azis menilai ICBP masih memiliki ruang untuk menjaga kinerja melalui kekuatan pricing power di segmen consumer staples

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk meneruskan sebagian kenaikan biaya ke harga jual.

Selain sentimen geopolitik, Azis menuturkan terdapat sejumlah faktor lain yang perlu dicermati investor. 

Dari sisi makro, pergerakan harga komoditas global seperti gandum dan crude palm oil (CPO), serta nilai tukar rupiah menjadi variabel penting yang memengaruhi kinerja ICBP.

Di sisi lain, faktor daya beli masyarakat juga akan sangat menentukan permintaan produk-produk ICBP di pasar domestik.

Adapun dari sisi internal dan industri, beberapa katalis positif yang berpotensi mendorong kinerja ICBP antara lain potensi kenaikan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP), inovasi produk, serta ekspansi ke pasar luar negeri.

Baca Juga: Dividen Saham BNLI 2026 Disetujui: Bank Permata Tebar Rp 1,26 Triliun, Ini Rinciannya

“Potensi kenaikan harga jual, inovasi produk, dan ekspansi pasar luar negeri menjadi pendorong positif,” jelas Azis.

Jika melihat kinerja keuangan, ICBP mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 74,85 triliun per tahun 2025. Perolehan itu meningkat 3,1% year on year (yoy) dari posisi tahun 2024 sebesar Rp 72,59 triliun. 

Adapun, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk juga tumbuh lebih tinggi, yakni 30,3% yoy menjadi Rp 9,22 triliun pada 2025, dari Rp 7,08 triliun pada 2024.

Analis UBS Sekuritas Indonesia, Permada Darmono pun memproyeksi kinerja top line ICBP akan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Diprediksi pendapatan perseroan pada 2026 diperkirakan mencapai Rp 78,85 triliun, meningkat 5,3% dibanding realisasi tahun 2025.

Maka demikian untuk strategi investasi, Azis merekomendasikan saham ICBP untuk buy dan target harga di level Rp 7.800 per saham.

Sementara Permada memberikan rekomendasi buy untuk saham ICBP dengan target harga Rp 11.300 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×