Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tengah mendapatkan angin positif. Setelah masuk dua indeks global sekaligus, DSSA menggelar ekspansi dengan menggandeng perusahaan asal Filipina.
Seperti diketahui, DSSA sudah efektif masuk ke dalam MSCI Global Standard Index mulai perdagangan Rabu (27/8). DSSA juga masuk dalam indeks FTSE dalam kategori large cap.
Terbaru, DSSA melalui entitas usaha secara tidak langsung, PT DSSR Daya Mas Sakti menjalin kerja sama dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia entitas usaha dari Energy Development Corporation asal Filipina.
Keduanya sepakat untuk mengembangkan dan mengelola sumber daya panas bumi dengan potensi gabungan sekitar 440 megawatt (MW) dengan membentuk perusahaan pantungan alias joint venture.
Baca Juga: Timothy Ronald Borong 11 Juta Saham BBCA, Investor Ritel Perlu Beli / Jual?
Adapun potensi sumber daya panas bumi dengan kapasitas jumbo itu terbesar di enam wilayah, yang berlokasi di daerah Jawa Barat, Flores, Jambi, Sumatera Barat dan Sulawesi Tengah.
Wakil Direktur Dian Swastatika Sentosa Lokita Prasetya bilang kesepakatan ini bukan sekadar investasi, tetapi kolaborasi strategis karena Energy Development Corporation punya pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni.
“Tujuan kami adalah memperkuat kapasitas nasional dan memanfaatkan potensi energi panas bumi untuk menghadirkan energi bersih ” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Jumat (29/8).
Bahkan, di tengah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham DSSA tetap kokoh di zona hijau. DSSA menutup perdagangan Jumat (29/8), dengan menguat 2,11% ke level Rp 99.200.
Nafan Aji Gusta, Senior Market Anlyst Mirae Asset Sekuritas menilai lonjakan harga saham DSSA merupakan respon dari pelaku pasar atas berbagai sentimen positif yang menghembus saham Grup Sinarmas itu.
“Apalagi dengan pembentukan joint venture dengan perusahaan Filipina dengan proyek geothermal 440 MW akan diapresiasi oleh pelaku pasar,” katanya kepada Kontan, Jumat (29/8).
Nafan mencermati secara teknikal, saham DDSA sudah sangat overbought apalagi sudah mulai terjadi negative divergence. Jadi menguatan sudah mulai terbatas, belum lagi secara valuasi DSSA juga sangat peremium.
Adapun Price Earning Ratio DSSA berada di level 143,10 kali dengan Price Book Valeu Ratio mencapai 27,56 kali. Untuk itu, Nafan merekomendaiskan sell on strength DSSA.
Baca Juga: IHSG Rawan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Jumat (29/8/2025)
Selanjutnya: BRI Salurkan Rp807,8 Triliun Pembiayaan Berkelanjutan Hingga Kuartal II-2025
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 30 Agustus 2025: Keuangan & Karier Leo Paling Beruntung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News