Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan pemecahan saham (stock split) dalam waktu dekat. Untuk itu, DSSA akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang hendak digelar pada 11 Maret 2026.
Mengacu prospektus di keterbukaan informasi, Manajemen DSSA menyebut bahwa harga saham perusahaan saat ini relatif tinggi yakni di level Rp 94.000 per saham hingga Kamis (29/1).
"Kondisi ini menyebabkan nilai pembelian untuk satu lot saham perusahaan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor, sehingga berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham perusahaan," tulis Manajemen DSSA dalam keterbukaan informasi, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 8.323, Top Gainers LQ45: DSSA, BUMI & HEAL, Jumat 30/1)
Nantinya, DSSA akan melakukan stock split terhadap saham biasa dengan rasio 1:25. Jumlah saham DSSA sebelum stock split tercatat sebanyak 7.705.523.200 saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham, kemudian akan berubah setelah stock split menjadi 192.638.080.000 saham dengan nilai nominal Rp 1 per saham.
Pelaksanaan stock split tidak akan tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio stock split, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara sebelum stock split.
"Struktur kepemilikan saham tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau," tulis Manajemen DSSA.
Pihak DSSA juga menyampaikan bahwa hingga adanya keterbukaan informasi ini, emiten tersebut tidak menerbitkan efek bersifat ekuitas selain saham yang dapat dikonversi menjadi saham.
Asal tahu saja, DSSA telah mengajukan permohonan persetujuan prinsip stock split ke BEI pada 5 Januari 2026 dan memperoleh persetujuan prinsip stock split pada 20 Januari 2026. Selepas RUPSLB yang direncanakan digelar pada 11 Maret 2026, DSSA akan mengajukan permohonan pencatatan saham tambahan dari hasil pelaksanaan stock split ke BEI pada 26 Maret 2026.
Setelah itu, DSSA akan menyampaikan keterbukaan informasi sehubungan dengan pelaksanaan stock split pada 1 April 2026.
Kelak, tanggal 6 April 2026 akan menjadi akhir perdagangan saham DSSA dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi. Selanjutnya, pada 7 April 2026 DSSA akan memulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di kedua pasar tersebut.
Baca Juga: Pasar Bergejolak, Prajogo Pangestu Serok 4 Juta Saham Barito Pacific (BRPT)
DSSA berharap pelaksanaan stock split akan memberikan sejumlah manfaat. Pertama, meningkatkan jumlah lembar saham perusahaan yang beredar, sekaligus menjadikan harga per lembar saham perusahaan lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.
Kedua, menjangkau basis investor yang lebih luas, sehingga dapat menambah jumlah pemegang saham perusahaan dan memperkuat struktur kepemilikan saham perusahaan.
Ketiga, mendorong peningkatan volume perdagangan saham perusahaan, sehingga likuiditas saham perusahaan di pasar dapat menjadi lebih baik.
Keempat, menciptakan persepsi yang lebih positif terhadap prospek dan kinerja perusahaan serta mendukung pertumbuhan nilai perusahaan.
Selanjutnya: IHSG Dibuka Menguat ke 8.323, Top Gainers LQ45: DSSA, BUMI & HEAL, Jumat 30/1)
Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Jumat 30 Januari 2026 Turun Jadi Segini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













