kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Dian Swastatika (DSSA) Gandeng Perusahaan Filipina Kembangan Geothermal 440 MW


Jumat, 29 Agustus 2025 / 16:14 WIB
Dian Swastatika (DSSA) Gandeng Perusahaan Filipina Kembangan Geothermal 440 MW
ILUSTRASI. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membentuk perusahaan patungan alias joint venture bersama dengan perusahaan energi terbarukan dari Filipina, Energy Development Corporation.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membentuk perusahaan patungan alias joint venture bersama dengan perusahaan energi terbarukan dari Filipina, Energy Development Corporation.  

Kerja sama ini dilakukan lewat masing-masing entitas usaha. DSSA melalui PT DSSR Daya Mas Saktit sementara Energy Development Corporation melalui PT FirstGen Geothermal Indonesia. 

Keduanya akan fokus mengembangan dan pengelolaan sumber daya panas bumi dengan potensi gabungan sekitar 440 megawatt (MW). Ini terbesar di enam wilayah, yang berlokasi di Jawa Barat, Flores, Jambi, Sumatera Barat dan Sulawesi Tengah. 

Wakil Direktur Dian Swastatika Sentosa Lokita Prasetya bilang kesepakatan ini bukan sekadar investasi, tetapi kolaborasi strategis karena Energy Development Corporation punya pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni. 

“Tujuan kami adalah memperkuat kapasitas nasional dan memanfaatkan potensi energi panas bumi untuk menghadirkan energi bersih ,” kata Lokita dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Jumat (29/8/2025). 

Baca Juga: FTSE Rebalancing September 2025: DSSA Jadi Saham Besar, BDMN Turun Kelas

Lokita mengatakan, kerjasama ini sejalan dengan strategi Pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi energi nasional, memperluas porsi energi terbarukan, serta mencapai target emisi nol bersih pada 2060.

CEO Energy Development Corporation Francis Giles B. Puno menyampaikan, pihaknya telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam memanfaatkan energi panas bumi berbagai wilayah di Filipina. 

“Dengan menggabungkan kapabilitas global EDC dan kehadiran lokal DSSR yang kuat, ventura bersama ini tidak hanya akan mengembangkan proyek, tetapi juga membangun kapasitas dan mentransfer pengetahuan,” kata dia. 

Selanjutnya: One Piece Episode 1142: Kapan Tayang & Alasannya Ditunda?

Menarik Dibaca: Ini 4 Resep Merek Sepatu Lokal Mario Minardi Bertahan Lebih dari 40 tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×