kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.026,34   9,98   0.98%
  • EMAS975.000 -0,51%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Dharma Satya Nusantara (SDNG) Serap Capex Sekitar Rp 210 Miliar di Kuartal I-2022


Minggu, 26 Juni 2022 / 07:40 WIB
Dharma Satya Nusantara (SDNG) Serap Capex Sekitar Rp 210 Miliar di Kuartal I-2022


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pada kuartal I-2022, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mengungkapkan, telah menyerap belanja modal atawa capital expenditure (capex) 30% dari total yang dianggarkan di sepanjang 2022.

Sebagai informasi, di sepanjang tahun ini emiten yang bergerak di sektor kelapa sawit dan produk kayu ini menganggarkan capital expenditure (capex) senilai Rp 700 miliar sampai dengan Rp 800 miliar. Artinya, perusahaan sudah menggunakan sekitar Rp 210 miliar hingga Rp 240 miliar di periode Januari-Maret 2022.

“Realisasi capex sampai dengan Maret 2022 sebanyak 30% dari budget yang dianggarkan untuk tahun ini. Capex diperuntukkan untuk pemeliharaan rutin, penyelesaian dua pabrik dan bio CNG yang kedua,” jelasnya Direktur DSNG, Jenti Widjaja kepada Kontan.co.id, Senin (20/6). 

Asal tahu saja, capex DSNG di tahun ini memang terdiri atas belanja modal reguler untuk pemeliharaan infrastruktur serta penyelesaian dua pabrik kelapa sawit (PKS) baru yang tertunda di 2021 akibat pandemi Covid-19. 

Di sisi lain, DSNG membukukan laba sebesar Rp 209 miliar di kuartal I-2022. Jumlah itu melonjak 110% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, menyusul kenaikan harga CPO dan kinerja yang lebih baik dari segmen produk kayu.

Baca Juga: Ascet (ACST) Raih Kontrak Baru Rp 461 Miliar hingga Pertengahan Juni 2022

Pada kuartal I 2022, DSNG mencatat nilai penjualan sebesar Rp 1,64 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana kontribusi dari segmen kelapa sawit turun dari 83% menjadi 75% karena adanya penurunan volume penjualan crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO). 

Segmen usaha kelapa sawit DSNG membukukan nilai penjualan 8% lebih rendah menjadi Rp 1,24 triliun dibandingkan tahun lalu karena turunnya volume penjualan CPO sebesar 28% menjadi 97.000 ton.

Meskipun demikian, penurunan kinerja operasional tersebut diimbangi oleh harga rata-rata CPO DSNG yang mencapai Rp 10,6 juta per ton, naik 22% dibandingkan kuartal I 2021.

Dari segi profitabilitas, DSNG mencatat perolehan EBITDA dan margin laba yang lebih tinggi pada kuartal I 2022. DSNG memperoleh EBITDA sebesar Rp 477 miliar dengan margin 29%, naik 16% dibandingkan kuartal tahun lalu.

Selain itu, laba DSNG juga melonjak 110% menjadi Rp 208,6 miliar karena turunnya biaya pembiayaan dan rugi selisih kurs. Sementara itu, core profit DSNG pada 1Q-2022 meningkat 41% menjadi Rp 215 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 152 miliar.

 

 

Dari sisi kinerja operasional, total Tandan Buah Segar (TBS) yang diolah pada kuartal I 2022 turun sebesar 30%, menyusul turunnya produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 15% dan pembelian eksternal yang juga turun sebesar 67%.

Namun demikian, kinerja Oil Extraction Rate (OER) DSNG naik dari 22,38% pada kuartal I 2021 menjadi 23,62% pada kuartal I 2022. 

Pada kuartal I 2022, DSNG mencatat produksi CPO sebesar 107.000 ton, turun 26%, dengan tingkat Free Fatty Acid (FFA) di atas 3% karena adanya tantangan evakuasi akibat dari curah hujan yang tinggi di Kalimantan Timur, yang menjadi area terbesar perkebunan DSNG.

Sementara itu, segmen produk kayu DSNG terus menunjukkan pertumbuhan substansial, baik dalam volume produksi maupun harga jual rata-rata untuk panel dan engineered floorings.

Penjualan dari segmen produk kayu mengalami pertumbuhan sebesar 42% menjadi Rp 405 miliar, sehingga kontribusi terhadap total penjualan konsolidasi mengalami peningkatan dari 17% pada kuartal I 2021 menjadi 25% pada kuartal I 2022. 

DSNG mencatat kenaikan volume penjualan masing-masing 10% dan 30% untuk panel dan engineered flooring. Selain itu, rata-rata harga jual juga naik masing-masing sebesar 25% dan 14% untuk panel dan engineered flooring.

Akibatnya segmen produk kayu menghasilkan EBITDA sebesar Rp 67 miliar, naik 60%, dengan laba sebelum pajak meningkat 318% menjadi Rp 51 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×