kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

DCI Indonesia (DCII) Fokus Tuntaskan Pembangunan Data Center di Surabaya


Selasa, 18 Februari 2025 / 16:07 WIB
DCI Indonesia (DCII) Fokus Tuntaskan Pembangunan Data Center di Surabaya
Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk (DCII) Toto Sugiri.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

Direktur Utama DCI Indonesia Otto Toto Sugiri menjelaskan DCII telah memulai proses pembangunan tambahan data center dengan kapasitas 9 MegaWatt (MW) di Surabaya. 

Kapasitas 9 MW masih akan bisa bertambah seiring bertambahnya waktu. Toto bilang pembangunan data center di Surabaya menjadi langkah awal DCII untuk masuk ke pasar Jawa Timur. 

Baca Juga: Harga Saham Tinggi, DCI Indonesia (DCII) Jajaki Peluang untuk Stock Split

"Kami sedang melakukan piling untuk pembangunan data center di Surabaya. Mungkin tahun depan bisa selesai," ucapnya saat ditemui, Selasa (18/2). 

Untuk pembangunan itu, Toto menghitung diperlukan biaya sekitar US$ 72 juta. Jika menggunakan kurs Jisdor Rp 16.208 per dolar AS, maka nilainya setara dengan Rp 1,16 triliun. 

Baca Juga: Move in Quickly 2025, Solusi Hemat Beli Properti di Tahun Ini!

Toto mengatakan kehadiran pusat data di Surabaya ini menjadi pertanda dimulainya ekspansi DCII di Jawa Timur. DCII akan melayani konsumen dan klien di Surabaya. 

Saat ini, DCII memiliki tiga titik data center. Gedung data center terbaru DCII di Jakarta, yakni E1, menjadi pusat data ketiga DCII setelah dua lokasi lainnya yang terletak di Cibitung dan Karawang.

"Kami juga tengah menyelesaikan pembangunan data center berkapasitas 36 MW di Cibitung," jelas Toto. 

Baca Juga: Kinerja Saham Emiten Salim, 2024 BRMS Paling Moncer, INDF dan ICBP Prospektif di 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×