kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

IHSG dipengaruhi data lokal dan global


Sabtu, 25 Februari 2017 / 09:15 WIB
IHSG dipengaruhi data lokal dan global


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (24/2) ditutup menguat 0,24% menjadi 5.385,91. Dalam sepekan terakhir, IHSG sudah menguat sebesar 0,65%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia kemarin juga cukup ramai, yakni 14,6 miliar saham dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 6,1 triliun. Namun, investor asing mencatat net sell Rp 334 miliar.

Analis NH Korindo Securities Bima Setiaji memprediksikan, dalam jangka panjang IHSG masih berpotensi naik. Estimasi ini melihat data ekonomi yang membaik dan positifnya kinerja beberapa emiten pada tahun lalu.

IHSG memang masih berada dalam tahap konsolidasi lantaran investor bersikap wait and see. Ini mengantisipasi sejumlah isu, seperti pilkada putaran kedua di DKI Jakarta, rencana kenaikan bunga The Fed. Investor juga menanti laporan kinerja keuangan emiten 2016.

Di sisi lain, Wall Street kembali mencatatkan all time high, sehingga investor asing di bursa saham domestik rentan keluar (capital outflow). Sejak awal tahun hingga kemarin atau year-to-date (ytd), pemodal asing mencatatkan net sell Rp 1,69 triliun.

Pekan depan, Bima memproyeksikan IHSG cenderung melemah dengan support 5.324 dan resistance 5.415.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji justru melihat secara teknikal candle sudah membentuk pola long white opening marubozu.

Hal ini mengindikasikan potensi bullish continuation atau penguatan pada perdagangan pekan depan. Jadi, masih ada potensi menguat dengan rentang 5.362-5.403, ungkap Nafan.

Sebelumnya, Nafan mengatakan, secara fundamental ekonomi Indonesia masih positif, terlihat dari rilis neraca perdagangan Januari di atas ekspektasi pasar. Tapi, ada sentimen global yang memberatkan pasar, seperti potensi peningkatan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×