kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.005   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.229   232,88   4,66%
  • KOMPAS100 672   41,29   6,54%
  • LQ45 525   36,06   7,38%
  • ISSI 178   6,09   3,53%
  • IDX30 294   21,13   7,73%
  • IDXHIDIV20 386   28,98   8,11%
  • IDX80 77   4,94   6,83%
  • IDXV30 107   6,48   6,43%
  • IDXQ30 97   7,62   8,49%

Data China tekan bursa Asia


Jumat, 26 Juli 2013 / 06:10 WIB
ILUSTRASI. Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Ratas mengenai Evaluasi PPKM, Senin (3/01/2022), di Kantor Presiden, Jakarta.


Reporter: Kornelis Pandu Wicaksono, Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Pergerakan bursa Asia kian loyo. Kamis (25/7), indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,8% ke 135,84. Bursa India Sensex melemah paling dalam 1,42% ke 19.804,76. Diikuti Nikkei yang turun 1,14% ke 14.562,93

Analis Minna Padi Investama, Andre Setiawan menilai, pelemahan bursa Asia disebabkan data manufaktur China yang kurang baik. Selain itu, menurut Reza Priyambada, analis Trust Securities, menurunnya proyeksi pendapatan dan laba bersih Canon Inc menjadi penyebab melemahnya bursa Nikkei. Bahkan, menurut dia, saham berkapitalisasi kecil yang dinilai premium ikut terkena aksi jual.

Sementara, sentimen dari Amerika Serikat seiring meningkatnya pertumbuhan data penjualan rumah baru dan manufacturing PMI AS ikut menimbulkan reaksi negatif.

Andy Wibowo Gunawan, analis AAA Sekuritas pun menilai, bursa Asia berpotensi kembali melemah. "Pasar masih menunggu data durable goods orders dan job claim," kata dia.

Sedangkan, Andre memproyeksi, bursa Asia masih akan kembali melemah. Dia bilang, pasar juga sedang menunggu data manufaktur China. Dia memperkirakan, data tersebut kurang baik sehingga bursa Asia akan mengikuti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×