kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dapen jadi pemburu obligasi korporasi terbesar


Jumat, 07 Februari 2014 / 14:53 WIB
ILUSTRASI. Hingga akhir 2022, Bank Mandiri menargetkan transaksi kartu kredit bisa tumbuh 32% secara tahunan.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dana pensiun (dapen) masih menjadi pemburu obligasi korporasi terbesar. Hal ini tercermin dari kepemilikan dapen di obligasi korporasi masih menjadi yang terbesar.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 10 Januari 2014, dapen mengempit Rp 61,64 triliun obligasi korporasi yang tercatat di Bursa Efek Indoensia (BEI). Jumlah ini setara dengan 29,28% dari total obligasi tercatat, yang sebesar Rp 210,47 triliun.

Selanjutnya, pihak Dapen juga banyak berinvestasi di obligasi korporasi adalah lembaga keuangan. Nilainya mencapai Rp 40,17 triliun. Sedangkan reksadana menguasai Rp 38,34 triliun. Investor lokal masih mendominasi kepemilikan oblibasi korporasi dalam negeri.

Sebagai perbandingan, dari total 210,47 triliun obligasi korporasi, sebesar Rp 196,56 triliun dimiliki investor lokal. Sisanya, dipegang pemodal asing. Adapun, investor asing yang paling banyak menyerap obligasi korporasi lokal adalah lembaga keuangan. Nilainya RP 5,69 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×