kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.808   32,00   0,19%
  • IDX 8.341   109,18   1,33%
  • KOMPAS100 1.164   24,33   2,14%
  • LQ45 833   19,92   2,45%
  • ISSI 299   3,58   1,21%
  • IDX30 431   9,65   2,29%
  • IDXHIDIV20 512   10,93   2,18%
  • IDX80 129   2,89   2,29%
  • IDXV30 139   2,30   1,69%
  • IDXQ30 139   3,59   2,65%

Danamart Luncurkan Pembiayaan Komoditas Berbasis Asset Backed Securities


Jumat, 30 Januari 2026 / 09:53 WIB
Danamart Luncurkan Pembiayaan Komoditas Berbasis Asset Backed Securities
ILUSTRASI. Patrick Gunadi, CEO dan Co-Founder Dana Mart (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dana Agunan Nusantara (Danamart) berkerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia meluncurkan instrumen investasi berbasis komoditas dengan skema asset backed securities.

Melalui skema ini, Danamart menghadirkan produk pembiayaan komoditas dengan underlying aset fisik yang tercatat resmi, disimpan di gudang yang terverifikasi, dan menggunakan resi resmi.

Nantinya produk investasi akan berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan proses pengelolaan dan penyimpanan komoditas melalui resi gudang berada di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Baca Juga: BREAKING NEWS! Iman Rachman Mengundurkan Diri dari Jabatan Dirut BEI

CEO Danamart Patrick Gunadi menyebutkan bahwa skema ini dirancang sebagai alternatif investasi yang menghubungkan pasar modal dengan sektor riil secara langsung.

"Investor berinvestasi pada aset komoditas riil yang terverifikasi, bukan sekadar instrumen finansial," ungkapnya di Pers Rilis acara Peluncuran Komoditas Backed Securities, Kamis (29/1/26).

Selain itu, ia juga mengatakan kalau investasi ini berpeluang membuka akses bagi investor global karena berada dalam ekosistem pasar modal dan memiliki kode International Securities Identification Number (ISIN).

Pada tahap awal ini, mereka akan memfokuskan pembiayaan untuk komoditas perkebunan, terutama kopi karena dinilai memiliki permintaan yang jelas.

"Kami familier pada komoditasnya dan demand-nya pun sudah dibicarakan dengan issuer," kata Patrick. 

Sementara itu, proyek pembiayaan ini nantinya akan dirancang dengan tenor jangka pendek, yaitu sekitar 2 hingga 3 bulan dengan potensi imbal hasil sekitar 20%.

Baca Juga: Dirut BEI Mundur, IHSG Terkoreksi Tipis di Pagi Ini (30/1)

Instrumen ini juga tergolong likuid karena jika terjadi gagal bayar dari penerbit, aset dapat langsung dicairkan sehingga potensi kerugian investor dapat ditekan.

Di sisi lain, perusahaan akan mengamakan off-taker atau pembeli sehingga komoditas sudah memiliki pasar yang jelas dan kepastian ini bisa membantu memitigasi risiko kesulitan penjualan saat jatuh tempo.

Selanjutnya: Trump Siapkan Kevin Warsh sebagai Calon Ketua The Fed Pengganti Powell

Menarik Dibaca: Nubia V80 Max: HP 1 Jutaan, Baterai 6000mAh Tahan Banting

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×