kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • EMAS662.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Dana kelolaan industri reksadana tumbuh 9,7% menjadi Rp 483 triliun sepanjang 2018

Kamis, 10 Januari 2019 / 19:50 WIB

Dana kelolaan industri reksadana tumbuh 9,7% menjadi Rp 483 triliun sepanjang 2018
ILUSTRASI. Ilustrasi Reksadana

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski kinerja pasar cenderung negatif di 2018, dana kelolaan industri reksadana masih tetap tumbuh.

Berdasarkan data Infovesta Utama, dana kelolaan industri reksadana di luar reksadana penyertaan terbatas dan dollar AS tumbuh 9,7% di sepanjang 2018, jumlahnya menjadi Rp 483 triliun.


Tercatat jenis reksadana yang menyumbang terbesar adalah reksadana saham dengan jumlah dana kelolaan mencapai Rp 152 triliun atau setara 31% dari total dana kelolaan.

Jenis reksadana kedua yang juga menyumbang cukup banyak adalah reksadana terproteksi dengan jumlah dana kelolaan mencapai Rp 132 triliun atau setara 27% dari total dana kelolaan.

Kedua jenis reksadana tersebut juga mengalami pertumbuhan dana kelolaan terbesar. Reksadana saham sejak awal tahun tumbuh Rp 24 triliun sedangkan reksadana terproteksi tumbuh Rp 23 triliun.

Sementara, sejak awal tahun dana kelolaan reksadana pasar uang menurun Rp 6 triliun menjadi Rp 45,4 triliun. Penurunan dana kelolaan juga dialami reksadana pendapatan tetap sebesar Rp 3 triliun menjadi Rp 103,3 triliun. Begitupun dengan dana kelolaan reksadana campuran juga turun sebesar Rp 1 triliun menjadi Rp 27,7 triliun.

Sedangkan reksadana indeks dan exchange traded fund (ETF) berhasil tumbuh dana kelolaannya menjadi masing-masing Rp 5,54 triliun dan Rp 11,5 triliun.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, Kamis (10/1) wajar bila terjadi penurunan dana kelolaan di reksadana pendapatan tetap karena di tahun lalu, tingkat suku bunga cenderung naik dan membuat harga obligasi turun serta kinerja negatif.

Di lain sisi, kenaikan suku bunga membuat yield obligasi tinggi, hal ini membuat investor tertarik untuk membeli reksadana terproteksi karena bisa mengunci imbal hasil di level yang tinggi. Tak heran bila dana kelolaan reksadana terproteksi tumbuh signifikan.

Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0936 || diagnostic_web = 0.4018

Close [X]
×