kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dana Asing Terus Keluar, Pasar SBN Masih Menarik?


Minggu, 11 September 2022 / 20:36 WIB
Dana Asing Terus Keluar, Pasar SBN Masih Menarik?
ILUSTRASI. Arus dana asing keluar dari pasar surat utang negara (SUN) atau surat berharga negara (SBN) masih berlanjut.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Arus dana asing keluar dari pasar surat utang negara (SUN) atau surat berharga negara (SBN) masih berlanjut. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), pada 8 September total kepemilikan investor asing pada SBN mencapai Rp 748,20 triliun.

Pada akhir Agustus 2022 lalu, jumlah kepemilikan asing di SBN sebesar Rp 759,51 triliun. Ini berarti, sampai 8 September, tercatat outflow sebesar Rp 11,31 triliun. Porsi kepemilikan investor asing di SBN pun juga turun dari akhir Agustus 2022 sebesar 15,24% menjadi 14,94%.

CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, investor asing mengantisipasi potensi kenaikan bunga The Fed yang lebih agresif, terutama di September 2022, mengingat angka inflasi tahunan AS masih relatif tinggi di atas target bank sentral yang sebesar 2%.

"Sementara di pasar saham masih terbawa euforia positifnya kinerja emiten sepanjang semester I-2022, terutama untuk emiten-emiten komoditas energi, transportasi dan logistik, perbankan, dan perdagangan," ucap Praska kepada Kontan.co.id, Minggu (11/9).

Baca Juga: BI Catat Aliran Modal Asing Hengkang Rp 1,67 Triliun di Pekan Pertama September 2022

Di tengah era suku bunga yang masih bertahan rendah dalam 3 bulan terakhir, bank konvensional ataupun industri asuransi mencolok untuk memaksimalkan imbal hasil penempatan investasi ke pasar SBN.

"Penyesuaian suku bunga acuan yang lebih tinggi diperkirakan dapat mempengaruhi penempatan bank di SBN," ujarnya.

Praska memperkirakan, pasar SBN dalam jangka pendek menengah masih akan tertekan. Terlebih jika The Fed kembali agresif menaikkan suku bunga, serta angka inflasi tahunan di dalam negeri yang tinggi.

Namun dalam jangka panjang, pasar SBN bisa menjadi menarik. Sebab, dengan potensi tekanan di pasar SBN, hal itu menciptakan peluang yield yang kompetitif di instrumen berbasis pendapatan tetap.

"Selain itu, kondisi CDS Indonesia tenor 5 tahun dan tren yield SBN 10 tahun juga tidak melonjak signifikan. Artinya fundamental ekonomi Indonesia masih kuat untuk menjaga sentimen positif," tuturnya.

Menurut Praska, investor asing dapat masuk ketika laju inflasi mulai mereda di kuartal IV-2022, dan penyesuaian kembali suku bunga acuan BI 7 Day RR jika The Fed terus agresif menaikkan suku bunga acuan hingga laju inflasi terkendali.

Baca Juga: Aliran Dana Asing Terus Keluar dari SBN, Apa Penyebabnya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×