kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Dampak pembatasan impor ke emiten tergantung implementasinya


Minggu, 19 Agustus 2018 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. Kelapa sawit


Reporter: Willem Kurniawan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2018 menyentuh 3%, pemerintah mengambil langkah dengan cara membatasi impor terhadap 500 komoditas untuk mengurangi tekanan terhadap transaksi berjalan. Langkah ini belum tentu menguntungkan emiten terkait 500 komoditas tersebut.

Kiswoyo Adi Joe, analis senior Narada Asset Management menilai perlu menunggu kepastian dan implementasi nyata atas langkah tersebut. "Itu sudah pasti? Harus menunggu kepastiannya dulu, implementasinya belum ada," kata Kiswoyo, Sabtu (18/8)

Ia menilai impor negara atas kertas terbatas. Karena di lain sisi Indonesia juga termasuk produsen kertas. Impor terhadap petrokimia juga kurang tepat, karena dari dalam negeri tidak bisa memasok permintaan yang ada.

"Untuk tahu dampaknya, langsung ke detail jenis yang dikendalikan impornya, bukan berdasarkan sektornya. Kertas kita impor kecil, petrokimia kurang pasokan dari dalam negeri dan sawit kita termasuk produsen terbesar," kata Kiswoyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×