kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.108   11,00   0,06%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Dampak pembatasan impor ke emiten tergantung implementasinya


Minggu, 19 Agustus 2018 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. Kelapa sawit


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2018 menyentuh 3%, pemerintah mengambil langkah dengan cara membatasi impor terhadap 500 komoditas untuk mengurangi tekanan terhadap transaksi berjalan. Langkah ini belum tentu menguntungkan emiten terkait 500 komoditas tersebut.

Kiswoyo Adi Joe, analis senior Narada Asset Management menilai perlu menunggu kepastian dan implementasi nyata atas langkah tersebut. "Itu sudah pasti? Harus menunggu kepastiannya dulu, implementasinya belum ada," kata Kiswoyo, Sabtu (18/8)

Ia menilai impor negara atas kertas terbatas. Karena di lain sisi Indonesia juga termasuk produsen kertas. Impor terhadap petrokimia juga kurang tepat, karena dari dalam negeri tidak bisa memasok permintaan yang ada.

"Untuk tahu dampaknya, langsung ke detail jenis yang dikendalikan impornya, bukan berdasarkan sektornya. Kertas kita impor kecil, petrokimia kurang pasokan dari dalam negeri dan sawit kita termasuk produsen terbesar," kata Kiswoyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×