kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Dampak pembatasan impor ke emiten tergantung implementasinya


Minggu, 19 Agustus 2018 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. Kelapa sawit


Reporter: Willem Kurniawan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2018 menyentuh 3%, pemerintah mengambil langkah dengan cara membatasi impor terhadap 500 komoditas untuk mengurangi tekanan terhadap transaksi berjalan. Langkah ini belum tentu menguntungkan emiten terkait 500 komoditas tersebut.

Kiswoyo Adi Joe, analis senior Narada Asset Management menilai perlu menunggu kepastian dan implementasi nyata atas langkah tersebut. "Itu sudah pasti? Harus menunggu kepastiannya dulu, implementasinya belum ada," kata Kiswoyo, Sabtu (18/8)

Ia menilai impor negara atas kertas terbatas. Karena di lain sisi Indonesia juga termasuk produsen kertas. Impor terhadap petrokimia juga kurang tepat, karena dari dalam negeri tidak bisa memasok permintaan yang ada.

"Untuk tahu dampaknya, langsung ke detail jenis yang dikendalikan impornya, bukan berdasarkan sektornya. Kertas kita impor kecil, petrokimia kurang pasokan dari dalam negeri dan sawit kita termasuk produsen terbesar," kata Kiswoyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×