kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Dampak pembatasan impor ke emiten tergantung implementasinya


Minggu, 19 Agustus 2018 / 21:30 WIB
Dampak pembatasan impor ke emiten tergantung implementasinya
ILUSTRASI. Kelapa sawit


Reporter: Willem Kurniawan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2018 menyentuh 3%, pemerintah mengambil langkah dengan cara membatasi impor terhadap 500 komoditas untuk mengurangi tekanan terhadap transaksi berjalan. Langkah ini belum tentu menguntungkan emiten terkait 500 komoditas tersebut.

Kiswoyo Adi Joe, analis senior Narada Asset Management menilai perlu menunggu kepastian dan implementasi nyata atas langkah tersebut. "Itu sudah pasti? Harus menunggu kepastiannya dulu, implementasinya belum ada," kata Kiswoyo, Sabtu (18/8)

Ia menilai impor negara atas kertas terbatas. Karena di lain sisi Indonesia juga termasuk produsen kertas. Impor terhadap petrokimia juga kurang tepat, karena dari dalam negeri tidak bisa memasok permintaan yang ada.

"Untuk tahu dampaknya, langsung ke detail jenis yang dikendalikan impornya, bukan berdasarkan sektornya. Kertas kita impor kecil, petrokimia kurang pasokan dari dalam negeri dan sawit kita termasuk produsen terbesar," kata Kiswoyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×