kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Cuti 2021 dipangkas, begini dampaknya bagi kinerja Adi Sarana Armada (ASSA)


Selasa, 23 Februari 2021 / 15:39 WIB
ILUSTRASI. Call center Adi Sarana Armada (ASSA)


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah memutuskan untuk memangkas jadwal libur dan cuti bersama tahun 2021, dari semula 7 hari menjadi hanya 2 hari saja termasuk cuti bersama Idul Fitri. Hal ini demi mencegah penyebaran dan penularan virus Covid-19.

Mengenai hal ini, Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) Prodjo Sunarjanto mengatakan, pemangkasan cuti bersama tak terdampak signifikan untuk kegiatan operasional perusahaan.

"Target pasar ASSA adalah perusahaan-perusahaan yang sewa jangka panjang, sehingga tidak banyak terpengaruh," kata dia ketika dihubungi Kontan.co.id, Selasa (23/2).

Menurut Prodjo, memangkas cuti bersama pada 2021 justru bisa meningkatkan produktivitas dan menghindari peningkatan penyebaran Covid-19. Ia menilai hal ini merupakan langkah yang bijaksana.

Baca Juga: Banjir melanda Jakarta, Anteraja mengaku akses pengiriman sempat terdampak

Asal tahu saja, proyeksi pendapatan dari divisi rental bisa menyumbang sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 2,2 triliun atau setara 55%-60% dari total pendapatan ASSA pada tahun ini. 

ASSA memasang target pertumbuhan untuk lini bisnis rental kendaraan 15% ada tahun ini. Guna memaksimalkan kinerja, ASSA juga terus peremajaan pada armadanya.

Emiten ini berencana membeli kendaraan baru antara 4.000-5.000 unit pada tahun ini. Dengan demikian, total armada akan berjumlah sekitar 27.000-28.000 unit. Adapun dana untuk peremajaan kendaraan diperkirakan antara Rp 1 triliun hingga Rp 1,2 triliun.

Selanjutnya: Bisnis rental Adi Sarana Armada (ASSA) ditargetkan tumbuh 15% pada tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×