kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Cooling down tak mempan, saham Pelangi Indah Canindo (PICO) disuspensi lagi


Sabtu, 27 Juli 2019 / 07:08 WIB
Cooling down tak mempan, saham Pelangi Indah Canindo (PICO) disuspensi lagi

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyetop perdagangan saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) setelah kemarin saham emiten wadah logam dan kaleng ini melonjak lagi. Jumat (26/7), saham PICO melejit 20% ke level Rp 1.410 per saham. Ini adalah harga tertinggi sajam PICO sejak Oktober 1997.

"Sehubungan dengan terjadinya harga kumulatif yang signifikan pada saham Pelangi Indah Canindo (PICO), BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PICO di pasar reguler dan pasar tunai sejak perdagangan tanggal 29 Juli 2019 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut," ungkap Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dan Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman bursa kemarin.

Baca Juga: Saham Pelangi Indah Canindo bisa ditransaksikan lagi hari ini

Kemarin, BEI membuka perdagangan saham PICO setelah suspend sehari untuk cooling down karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Sebelum suspensi, harga saham PICO melonjak 25% ke Rp 1.175 per saham.

Harga saham PICO melonjak sejak awal Juli ini dan terus menguat dalam tujuh hari perdagangan berturut-turut, hingga setelah suspensi dibuka kemarin. Secara month to date, harga saham PICO melonjak 361% dari posisi Rp 306 per saham pada akhir Juni.

Baca Juga: Biar Lebih Hemat Ongkos Kirim Drum ke Pertamina, PICO Relokasi Pabrik

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, pemegang saham terbesar PICO yakni PT Citrajaya Perkasamulia terus mengurangi kepemilikan saham emiten industri wadah dari logam, kemasan kaleng drum, tabung gas dan jasa metal printing ini.

Pada 23 Juli, kepemilikan Citrajaya turun menjadi 253,90 juta saham atau 44,67%. Citrajaya terus mengurangi kepemilikan sejak pertengahan Juni lalu dari sebelumnya 61,81% atau 351,29 juta saham pada 16 Juni. 

Baca Juga: Strategi Pelangi Indah Canindo (PICO) bergelut dengan kenaikan harga bahan baku

Kinerja keuangan PICO pada kuartal pertama pun cenderung stagnan. Pendapatan perusahaan yang berdiri secara resmi pada awal 1984 ini mencatatkan pendapatan Rp 206,85 miliar di kuartal pertama 2019, meningkat 0,50% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu.

Sedangkan laba bersih perusahaan yang IPO pada tahun 1996 ini naik 6,12% menjadi Rp 5,2 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Total aset Pelangi Indah Canindo per Maret 2019 mencapai Rp 851,45 miliar dengan total liabilitas Rp 534,69 miliar dan utang bank jangka pendek Rp 302,04 miliar.




TERBARU

Close [X]
×