Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat permintaan hunian yang masih melemah. Kinerja penjualan awal alias marketing sales (pre-sales) CTRA pada semester I 2026 mencapai Rp 4,7 triliun, turun 18% secara tahunan (year-on-year/YoY), namun tetap sesuai dengan target perusahaan maupun perkiraan analis.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia Kevin Halim dalam riset tertanggal 17 Juli 2026 menyebutkan kinerja tersebut didukung keberhasilan peluncuran proyek baru Citra Homes Halim yang mampu mengompensasi pelemahan permintaan di sejumlah wilayah lain.
“Citra Homes Halim menjadi katalis utama dengan kontribusi penjualan yang melampaui ekspektasi, sementara segmen hunian menengah hingga atas masih menunjukkan ketahanan di tengah siklus properti yang mengalami normalisasi,” tulis Kevin dalam riset.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak 1,2%, Risiko Geopolitik dan The Fed Jadi Sorotan
Menurut Kevin, Maybank Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CTRA. Namun, target harga diturunkan menjadi Rp 850 per saham dari sebelumnya karena peningkatan diskonto terhadap nilai aset bersih alias revalued net asset value (RNAV) menjadi 80% dari 75%. Penyesuaian tersebut mencerminkan kenaikan premi risiko ekuitas akibat sentimen negatif terhadap sektor properti.
Saat ini, saham CTRA diperdagangkan dengan diskonto sekitar 87% terhadap RNAV dan valuasi sekitar 4,3 kali perkiraan laba 2027, atau sekitar 2,4 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun.
Peluncuran township terbaru CTRA, Citra Homes Halim, menjadi faktor utama yang menopang kinerja penjualan semester pertama 2026. Proyek tersebut mencatatkan pre-sales sebesar Rp565 miliar dengan tingkat penyerapan (take-up rate) mencapai 92%, jauh di atas target awal sebesar Rp 300 miliar–Rp 400 miliar.
Kevin menilai keberhasilan proyek tersebut didukung oleh lokasi strategis di Jakarta, harga yang relatif terjangkau untuk pasar menengah atas, yakni sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 4 miliar dengan luas tanah 60–120 meter persegi, serta akses terhadap berbagai infrastruktur transportasi seperti Bandara Halim Perdanakusuma, kereta cepat Whoosh, LRT, dan KRL.
Selain Citra Homes Halim, peluncuran proyek di Serpong dan CitraGarden City turut menopang kinerja kawasan Jakarta Raya. Wilayah tersebut mencatat pertumbuhan pre-sales sebesar 3% secara year on year (yoy) pada semester I-2026.
Sebaliknya, sejumlah wilayah lain masih mengalami tekanan permintaan. Penjualan di Sumatra tercatat turun 53% yoy, sedangkan Surabaya melemah 51% YoY.
Baca Juga: Gandeng Singapore Medical Group, Ciputra Development (CTRA) Luncurkan Cancer Center
Maybank Sekuritas memperkirakan kawasan Jakarta Raya akan tetap menjadi penggerak utama penjualan CTRA ke depan, seiring daya beli dan permintaan dari pengguna akhir (end-user demand) yang relatif lebih kuat dibandingkan wilayah lain.
Setelah sukses dengan Citra Homes Halim, CTRA berencana meluncurkan klaster Versailles dengan target pre-salessekitar Rp 500 miliar, kemudian dilanjutkan dengan klaster terakhir pada tahun depan.
Pada kuartal IV 2026, perseroan juga akan meluncurkan township baru seluas 125 hektare, Citra Bukit Golf Sentul, dengan target penjualan awal sekitar Rp 500 miliar. Proyek ini menawarkan hunian premium dengan harga hingga Rp 25 miliar, lebih tinggi dibandingkan produk CTRA pada umumnya.
Selain proyek baru tersebut, peluncuran berkelanjutan di CitraGarden City Jakarta dan CitraGarden Serpong diperkirakan akan menjaga momentum penjualan di kawasan Jakarta Raya.
Di tengah lemahnya permintaan hunian secara umum, segmen menengah hingga atas menjadi bagian pasar yang paling bertahan. Data semester I-2026 menunjukkan rumah dengan harga di atas Rp2 miliar menyumbang 67% dari total pre-sales CTRA, meningkat dibandingkan 61% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kevin menilai, tren tersebut menunjukkan daya beli kelompok pembeli berpenghasilan tinggi masih relatif kuat meski siklus properti sedang melambat. Sebaliknya, permintaan terhadap produk dengan harga lebih rendah masih mengalami tekanan.
“Kondisi ini mendukung strategi CTRA untuk terus bergeser ke proyek dengan nilai lebih tinggi, yang dapat menopang pertumbuhan pre-sales ke depan,” tulis Kevin.
Baca Juga: Strategi Ciputra Development (CTRA) Bidik Marketing Sales Rp 9,5 Triliun di 2026
Selain didukung oleh portofolio proyek bernilai tinggi, Maybank Sekuritas juga menilai kekuatan CTRA berasal dari kemampuan menghasilkan arus kas bebas alias free cash flow to equity (FCFF) yang kuat serta model kerja sama operasi alias joint operation (JO) yang lebih ringan aset (asset-light). Model tersebut dinilai memberikan ketahanan bagi perusahaan menghadapi siklus properti yang kembali menuju kondisi normal.
Hingga akhir 2026, pendapatan dan laba bersih masing-masing akan mengantongi sebesar Rp 12,24 triliun dan Rp 2,44 triliun. Sementara di tahun 2027, pendapatan CTRA diperkirakan bisa mencapai Rp 12,4 triliun dan laba bersih Rp 2,47 triliun.
Harga saham CTRA naik 2,63% di Rp 585 pada Selasa (21/7/2026), hingga pukul 13.40 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
