kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

CFA Society Soroti Lima Prioritas Penguatan Pasar Modal Indonesia


Selasa, 20 Oktober 2026 / 21:30 WIB
CFA Society Soroti Lima Prioritas Penguatan Pasar Modal Indonesia
ILUSTRASI. IHSG dibuka menguat (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CFA Society Indonesia menyoroti lima prioritas penguatan pasar modal Indonesia pasca MSCI mengumumkan rencana reklasifikasi pasar yang memicu perhatian terhadap kualitas pasar domestik.

President CFA Society Indonesia Edwin Ridwan mengatakan, integritas pasar dan mekanisme pembentukan harga yang efektif menjadi fondasi pasar modal yang berfungsi baik, kompetitif, dan berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pasar modal yang kuat bukanlah pasar di mana harga dilindungi dari volatilitas, melainkan pasar di mana investor dapat percaya bahwa harga dibentuk secara adil, informasi diungkapkan secara transparan, dan aturan diterapkan secara konsisten," jelasnya, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga: Menakar Pemicu Bursa RI Terancam Turun Kasta usai MSCI Sorot Transparansi

Edwin juga mendukung penegakan hukum oleh otoritas untuk menjamin akuntabilitas dan menciptakan efek jera terhadap pelanggaran di pasar. Dia berharap penegakan hukum semakin konsisten dan efektif pada masa mendatang.

CFA Society Indonesia merinci lima prioritas, yakni penguatan transparansi dan keterbukaan informasi, perlindungan integritas pembentukan harga, mendorong pasar yang adil, membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan, serta meningkatkan transparansi tata kelola.

Edwin menilai Indonesia memiliki potensi ekonomi jangka panjang dan peluang mengembangkan pasar modal yang lebih dalam, inklusif, tangguh, serta berdaya saing internasional. Upaya tersebut membutuhkan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kredibilitas dan daya saing jangka panjang pasar modal Indonesia tidak hanya diukur dari klasifikasi indeks, volume perdagangan, maupun kinerja pasar jangka pendek, melainkan dari tingkat efisiensi dan integritas pasar itu sendiri," tuturnya. 

Baca Juga: BEI Evaluasi Saham HSC Tiap Tiga Bulan, Bisa Kembali Masuk Perhitungan IHSG

Lebih lanjut, Edwin bulang pihak akan berkontribusi melalui edukasi profesional, kepemimpinan pemikiran, dan kolaborasi dengan regulator serta pelaku industri untuk mendukung pasar modal Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×