kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45960,42   1,47   0.15%
  • EMAS1.033.000 0,49%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Cetak Kinerja Ciamik, Begini Rekomendasi Analis untuk Saham Delta Dunia (DOID)


Kamis, 15 September 2022 / 16:08 WIB
Cetak Kinerja Ciamik, Begini Rekomendasi Analis untuk Saham Delta Dunia (DOID)
ILUSTRASI. Kontraktor pertambangan batubara PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BUMA, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID).


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja operasional emiten kontraktor tambang PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) berpotensi terkerek pada semester II-2022. Hal tersebut sejalan dengan curah hujan yang lebih rendah di paruh kedua tahun ini.

Analis Trimegah Sekuritas Hasbie mengungkapkan, kinerja operasional Delta Dunia Makmur seharusnya mampu meningkat pada musim kemarau di semester II-2022. Menurutnya, hal tersebut bakal menjadi katalis positif lantaran bakal diikuti peningkatan kinerja pendapatan.

Melansir laporan operasional per Juni 2022, DOID membukukan kinerja volume pengupasan lapisan atau Overburden Removal (OB) sebanyak 260,1 juta bank cubic meter (bcm). Realisasi ini 83% lebih besar dari volume OB yang dibukukan pada periode semester pertama tahun lalu yang hanya 142,0 juta bcm.

Seiring dengan itu, volume produksi batubara turut naik 64% menjadi 41,1 juta ton dari sebelumnya 25 juta ton batubara. Manajemen DOID menyebutkan peningkatan kinerja operasional sudah termasuk hasil kinerja dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Australia yang diakuisisi pada 2021 yang lalu. Selain itu, perolehan kontrak baru turut mendorong kinerja emiten jasa pertambangan ini.

Baca Juga: Delta Dunia Makmur (DOID) Perpanjang Periode Buyback Saham

Meski begitu, ada penurunan tarif penambangan yang membuat Hasbie turut merevisi turun kinerja tahun ini. Namun, Hasbie memutuskan untuk tetap mempertahankan target operasional di tahun 2023 mendatang dan 2024 mendatang.

Mengutip riset yang diterbitkan pada 14 Juli 2022 lalu, Hasbie menuliskan, target kinerja pengupasan lapisan penutup bisa mencapai 530 bcm pada 2022, angka ini direvisi dari perkiraan sebelumnya 531 bcm.

Sementara kinerja OB akan tumbuh menjadi 558 bcm untuk tahun 2023 dan 575 bcm pada 2024 mendatang. Adapun masing-masing target produksi batu bara berada di 80 juta ton pada 2022, 78 juta ton pada 2023, dan 78 juta ton pada 2024. Dari segi operasional, sambung Hasbie, realisasi sampai Mei 2022 sudah sejalan dengan perkiraannya.

Adapun dari segi kinerja keuangan, Delta Dunia Makmur berhasil membalik keadaan dan berhasil membukukan laba bersih senilai US$ 5,65 juta pada semester 1-2022. Pada periode yang sama tahun lalu, DOID mengalami kerugian bersih senilai US$ 32,70 juta.

Kenaikan laba bersih ini terdorong oleh kinerja topline. DOID mencetak pendapatan senilai US$ 722,87 juta atau melejit 107,16% dari pendapatan di semester I-2021 yang hanya US$ 348,93 juta. "Kinerja semester 2-2022 yang berpotensi lebih baik dari semester 1-2022 menjadi katalis positif," ungkapnya dalam riset.

Hingga tutup tahun ini, Hasbie memprediksi DOID mampu mengantongi pendapatan US$ 1,42 miliar atau turun 19% dari target sebelumnya senilai US$ 1,77 miliar. Ia juga merevisi turun target pendapatan tahun depan dari semula US$ 1,75 miliar menjadi US$ 1,36 miliar.

 

 

Lebih lanjut, Hasbie menilai valuasi saham DOID masih terbilang murah. Berdasarkan RTI, sekarang ini saham DOID diperdagangkan dengan PER di 22,72 kali dan PBV di 1,05 kali. Ia juga melihat upaya perusahaan untuk merambah ke jasa penambangan di luar batubara juga bisa menjadi kontribusi pendapatan untuk DOID ke depannya.

Hasbie mempertahankan rekomendasi beli untuk saham DOID dengan revisi target harga menjadi Rp 480 per saham. Sebelumnya target harga DOID berada di Rp 900 per saham, ini sejalan dengan revisi proyeksi kinerja DOID.

Dalam riset lainnya yang dirilis 15 Juli 2022, Anlis BRI Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga menuturkan DOID meningkatkan alokasi belanja modal dari US$ 100 juta pada tahun lalu menjadi US$ 150-200 juta pada tahun ini. Ia menilai belanja modal ini menjadi penting untuk mendukung produksi BUMA agar bisa lebih tinggi.

Berdasarkan catatan Kontan, hingga semester pertama tahun ini DOID telah menginvestasikan US$ 85 juta untuk belanja modal yang digunakan untuk mendukung pertumbuhan kontrak baru dan juga pemeliharaan (maintenance).

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham DOID dengan TP di Rp 650 per saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×