Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendapat dorongan tenaga setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75%.
Penguatan IHSG dianggap sebagai sinyal awal technical rebound setelah pasar saham dalam negeri mengalami tekanan jual cukup dalam.
Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 49,47 poin atau 0,94% menjadi 5.328,36 pada perdagangan Rabu (21/10/2026).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, keputusan BI menahan suku bunga turut memberikan kepastian bagi pelaku pasar.
Baca Juga: Mitrabahtera Segara (MBSS) Bersiap Gelar Buyback, Siapkan Dana Rp 200 Miliar
Meski demikian, penguatan IHSG belum dapat diartikan sebagai pembalikan tren, mengingat investor masih perlu mencermati sentimen usulan penurunan klasifikasi pasar saham domestik menjadi Standalone Market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan pergerakan arus dana asing.
Menurut Reza, sentimen MSCI dan arus dana asing masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan indeks. Karena itu, keberlanjutan penguatan IHSG masih membutuhkan konfirmasi dari perkembangan kedua sentimen tersebut.
Dari sisi kebijakan moneter, keputusan BI mempertahankan suku bunga dinilai relatif positif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Reza bilang, peluang pemulihan IHSG hingga akhir tahun masih terbuka.
"Pemulihan akan sangat bergantung pada perkembangan isu MSCI dan stabilitas rupiah," kata dia, Rabu (21/10/2026).
Di tengah koreksi pasar, Reza menyarankan investor mencermati saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang memiliki potensi dividen menarik.
Beberapa saham yang dapat dipertimbangkan untuk akumulasi secara bertahap adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Untuk perdagangan hari ini (22/10/2026), Reza memproyeksikan, IHSG memiliki level support di kisaran 5.185-5.200 dan resistance di rentang 5.350-5.400.
Menurut dia, IHSG berpeluang menguji area resistance untuk melanjutkan penguatan teknikal. Namun, selama indeks belum mampu menembus level 5.400, penguatan tersebut masih perlu dikonfirmasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














