kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.136.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Central Omega (DKFT) Mengambil Alih Saham Perusahaan Smelter Nikel dari Anak Usaha


Senin, 16 Januari 2023 / 18:50 WIB
Central Omega (DKFT) Mengambil Alih Saham Perusahaan Smelter Nikel dari Anak Usaha


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT­ Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengambil alih saham PT COR Industri Indonesia dari tiga anak usahanya. Saham yang diambil alih DKFT mencapai 208.948 saham atau 32% dari modal  disetor COR Industri Indonesia.

Adapun saham yang diambil yakni sebanyak 195.888 saham dari PT Bumi Konawe Abadi, sebanyak 6.530 saham dari PT Mulia Pacific Resources, dan sebanyak 6.530 saham dari PT Itamara Nusantara. Baik Bumi Konawe Abadi, PT Mulia Pacific Resources, dan PT Itamara Nusantara merupakan entitas anak usaha DKFT yang bergerak dalam usaha pertambangan bijih nikel dengan kepemilikan saham DKFT sebesar 100%.

COR Industri Indonesia merupakan perusahaan pabrik pengolahan (smelter) yang berlokasi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Produk yang dihasilkan oleh smelter COR Industri Indonesia adalah feronikel.

Baca Juga: Setelah Rugi, DKFT Raup Laba Bersih Hingga Kuartal III-2022, Ini Pemicunya

Adapun produk tambang Bumi Konawe Abadi, PT Mulia Pacific Resources, dan PT Itamara Nusantara yang berupa bijih nikel digunakan oleh smelter COR Industri Indonesia sebagai bahan baku memproduksi feronikel.

“Transaksi pengambilalihan saham ini adalah dalam rangka corporate strategy untuk memperkuat striktur korporasi,” tulis Direktur DKFT Feni Silvani Budiman dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Senin (16/1).

Baca Juga: Bangun Smelter Feronikel, Central Omega (DKFT) Dekati Beberapa Calon Investor

Adapun pembelian saham COR Industri Indonesia dari tiga anak usaha ini dilakukan dengan harga nominal Rp 1 juta per saham. Sehingga, total dari pengalihan saham ini sebesar Rp 208,95 miliar.

Adapun setelah pengambilalihan saham ini, DKFT mengempit 60% saham COR Industri Indonesia atau sebanyak 391.776 saham. Sisanya sebanyak  261.184 atau 40% dikuasai oleh PT Macrolink Nickel Development.

Manajemen menegaskan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, dan kondisi usaha DKFT dengan pengalihan saham ini. DKFT juga masih menjadi pemegang saham pengendali COR Industri Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×