kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Cenderung tertekan di 2019, prospek reksadana saham 2020 baka positif


Selasa, 03 Desember 2019 / 06:23 WIB
Cenderung tertekan di 2019, prospek reksadana saham 2020 baka positif
ILUSTRASI. Ilustrasi Reksadana . KONTAN/Muradi/2014/08/12

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini tampaknya bukan tahun yang baik bagi kinerja reksadana saham. Pasalnya, kinerja produk investasi yang satu ini masih terus mencatatkan penurunan.

Berdasarkan data infovesta per November 2019 kinerja reksadana saham tercatat turun sebanyak 11%. Capaian tersebut merosot lebih dalam dari kinerja Oktober 2019 yang merosot sekitar 6%.

Baca Juga: Sekitar 10% produk reksadana saham bergerak anomali

Direktur Bahana TCW Investment Soni Wibowo mengungkapkan, tekanan yang terjadi pada reksadana saham di November 2019 dikarenakan beberapa hal. Pertama, karena investor asing masih melakukan aksi jual di pasar keuangan.

"Kedua, investor Tanah Air sendiri masih diliputi sentimen atau dapak dari penutupan reksadana yang baru-baru ini dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," jelas Soni kepada Kontan.co.id, Senin (2/12).

Dengan kondisi tersebut, akhirnya reksadana saham yang memiliki atau menempatkan dananya di saham di third liner cenderung mengalami kesulitan untuk keluar. Alhasil nilai aktiva bersih (NAV) reksadana saham tersebut turun cukup dalam.

Baca Juga: Simak rekomendasi analis untuk saham berkapitalisasi kecil yang dilepas Minna Padi

"Prospek (reksadana saham) ke depan masih bagus. Kondisi makro ekonomi di 2020 diyakini akan lebih baik dari tahun ini dan saham akan outperform obligasi serta pasar uang," tandasnya.

Sementara itu, terkait adanya produk reksadana saham yang mencatatkan penurunan di atas 40% bahkan hingga 70% year to date (ytd), Soni menilai ada kemungkinan Manajemen Investasi produk tersebut terlalu berani mengalokasikan dananya pada saham-sahan tidak likuid. Alhasil, ketika terkena redemption Manajemen Investasi harus jual rugi banyak.

Meskipun begitu, secara keseluruhan Soni masih optimistis prospek reksadana saham di tahun depan lebih positif. Bahkan, kinerja reksadana saham diperkirakan mampu bertumbuh atau naik.




TERBARU

Close [X]
×