kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Cemas akan inflasi tinggi, BMRI, BBCA, & BBRI dilanda aksi jual


Jumat, 07 Januari 2011 / 11:32 WIB
Cemas akan inflasi tinggi, BMRI, BBCA, & BBRI dilanda aksi jual


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Saham-saham perbankan turut menggerus indeks di sepanjang transaksi perdagangan hari ini. Pada pukul 11.20, sektor perbankan melorot hingga 2,55%.

Hal itu tidaklah mengherankan. Pasalnya, sejumlah saham perbankan dengan nilai kapitalisasi besar dilanda aksi jual. Salah satunya adalah saham Bank Mandiri (BMRI). Hingga pukul 11.22, saham BMRI anjlok 3,7% menjadi Rp 260.

Penurunan juga dialami oleh saham PT Bank Central Asia (BBCA) yang anjlok 2,29% menjadi Rp 6.400 dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang turun 3,86% menjadi Rp 9.950.

Menurut Herry Setyawan, analis Indosukses Futures, kinerja jeblok sektor perbankan hari ini terkait dengan kecemasan akan suku bunga Bank Indonesia. "Meski BI sudah memutuskan untuk tak menaikkan suku bunga, itu bukan berarti jaminan tidak akan ada kenaikan suku bunga ke depannya," jelasnya. Herry beralasan, ancaman kenaikan suku bunga sangat mungkin terjadi karena tingkat inflasi Indonesia saat ini kian membumbung tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×