kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cek Rekomendasi Saham LQ45 yang Berpotensi Terkena Window Dressing


Minggu, 17 Desember 2023 / 18:42 WIB
Cek Rekomendasi Saham LQ45 yang Berpotensi Terkena Window Dressing
ILUSTRASI. Sepanjang tahun ini indeks LQ45 sudah menguat 2,22% ke level 957,97 per Jumat (15/12). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham berkapitalisasi pasar besar mulai bangkit. Ini tercermin dari pergerakan indeks paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni indeks LQ45. 

Sepanjang tahun ini indeks LQ45 sudah menguat 2,22% ke level 957,97 per Jumat (15/12). Namun pergerakan LQ45 masih di bawah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Sebagai pembanding, IHSG sudah menguat 4,97% secara year to date (ytd). Hingga akhir perdagangan Jumat (15/12), IHSG parkir di level 7.190,98. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan laju IHSG lebih tinggi ketimbang LQ45. 

Baca Juga: Window Dressing Dimulai, Ini Rekomendasi Saham yang Bisa Dilirik

"Namun yang paling utama ialah perbedaan saham penggerak atau bobot di kedua indeks tersebut," jelas Nico saat dihubungi Kontan, Minggu (17/12). 

Hal yang paling mencolok adalah pergerakan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melesat hingga puluhan persen sejak listing di bursa. 

CUAN meroket 5.718,18% menjadi Rp 12.800 per saham dari harga IPO di Rp 220. Kapitalisasi pasar CUAN juga ikut membengkak menjadi Rp 143,90 triliun. 

Apalagi BREN yang sudah melesat 848,72% ke level Rp 7.400. Bahkan kapitalisasi pasar BREN nyaris menyalip PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).  

Nico mengatakan dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di BEI, BREN mampu menyetir pergerakan IHSG dan saham-saham penggerak itu yang tidak ada di LQ45. 

Namun nampaknya investor asing mulai melirik saham-saham blue chip yang sudah mature. Sebelumnya, asing masih berfokus pada saham dari sektor bahan baku ke Grup Barito. 

Retail Analyst Maybank Sekuritas Adi Wicaksono menuturkan sikap dovish yang ditunjukkan The Fed membuat investor kembali beralih ke aset yang lebih berisiko. 

"Saat ini pasar lebih sehat karena pasar megang blue chip daripada saham Grup Barito," ujar Adi. 

Rekomendasi Saham LQ45 

Robertus Hardy, Head of Research Mirae Asset Sekuritas mengarahkan IHSG berpeluang mengalami window dressing atau santa claus rally terutama pada beberapa saham blue chip.

Robertus bilang saat ini masih ada saham-saham unggulan yang masih memiliki valuasi yang cukup menarik untuk kembali diakumulasi oleh investor.  

Adapun saham pilihan Mirae Asset Sekuritas jatuh pada PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Menurutnya ASII memiliki valuasi Price Earning Ratio (PER) yang makin mendekati level Maret 2020. Namun Return on Equity (ROE) ASII terus mengalami peningkatan. 

Baca Juga: Net Buy Asing Membanjiri IHSG, Window Dressing Dimulai

Harga saham dan valuasi TLKM juga membaik setelah turun tajam. Saham blue chip lain adalah EXCL dengan Price Book Value (PBV) yang sudah turun ke bawah satu kali. 

"EXCL sudah cukup menarik, meskipun profitabilitas ROE tidak setinggi emiten lain di sektornya. Namun EXCL punya rencana besar," jelas Robertus. 

AKRA juga memiliki PER yang masih cenderung stagnan, tetapi memiliki profitabilitas REO masih terus mengalami kenaikan. Prospek ARKA juga disokong oleh penjualan JIIPE. 

Saham pilihan Nico jatuh pada BBCA dengan target di Rp 10.327, BBRI di Rp 6.350, BBNI di Rp 5.751, BMRI di harga Rp 6.802, AMRT di Rp 3.389, INDF di Rp 8.178 dan ICBP Rp 13.620.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×