kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cek Rekomendasi Saham dari Phintraco Sekuritas dan BNI Sekuritas untuk Kamis (25/1)


Kamis, 25 Januari 2024 / 08:46 WIB
Cek Rekomendasi Saham dari Phintraco Sekuritas dan BNI Sekuritas untuk Kamis (25/1)
ILUSTRASI. Untuk perdagangan Kamis (25/1), IHSG diperkirakan kembali fluktuatif dengan area support di level 7.150-7.200. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke dalam area konsolidasi di level 7.200-7.250 pada perdagangan Rabu (24/1). IHSG tercatat turun 0,39% ke level 7.227,83. 

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, secara teknikal, koreksi pada Rabu (24/1) diikuti dengan potensi death cross di kisaran overbought area pada Stochastic RSI. MACD memvalidasi indikasi konsolidasi lanjutan dengan bergerak sideways.

Untuk perdagangan Kamis (25/1), IHSG diperkirakan kembali fluktuatif dengan area support di level 7.150-7.200. Sementara itu, resistance terdekat IHSG berada di level 7.250.

Menurut Alrich, pelemahan IHSG dibayangi oleh realisasi pertumbuhan Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia sebesar 5,3% year on year (yoy) pada kuartal IV-2023, turun dari 16,2% yoy pada kuartal sebelumnya. Merespons data ini, saham-saham perbankan dan bluechip lain cenderung melemah. 

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham SMGR, HEAL, RAJA dan SMIL dari RHB Sekuritas untuk Kamis (25/1)

"Pasalnya, data tersebut membangun kekhawatiran bahwa peningkatan uncertainty risk pada tahun politik berdampak pada perlambatan realisasi investasi di Indonesia," kata Alrich saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (24/1). 

Namun demikian, sentimen positif berasal dari eksternal. Indeks manufaktur Jerman naik signifikan ke 45,4 di Januari 2024 dari 43,3 di Desember 2023 dan jauh lebih tinggi dari perkiraan di 43,7. Pelaku pasar juga mencermati data indeks manufaktur Euro Area dan AS. 

Pada Kamis (25/1), pasar dapat mencermati peluang technical rebound lanjutan pada saham CPIN dan INTP, buy on support pada BBNI, MIKA, dan PNLF , serta trading buy pada JSMR yang berpeluang menguji resistance. 

Bernada serupa, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman juga memprediksi, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan resistance di 7.280-7.320 dan support di 7.150-7.200. 

Baca Juga: IHSG Hari Ini Masih Akan Bergerak Fluktuatif

"Pelaku pasar menunggu data ekonomi pertumbuhan ekonomi AS dan PCE inti AS yang akan rilis dalam minggu ini," ucap Fanny. 

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Kamis (25/1):

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 5.600, cutloss jika break di bawah Rp 5.500. Jika tidak break di bawah Rp 5.600, potensi naik dengan area jual di Rp 5.725-Rp 5.800 short term.

2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 1.150, cutloss jika break di bawah Rp 1.130. Jika tidak break di bawah Rp 1.150, potensi naik dengan area jual di Rp 1.200-Rp 1.230 short term.

3. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 2.040, cutloss jika break di bawah Rp 2.010. Jika tidak break di bawah Rp 2.040, potensi naik dengan area jual di Rp 2.100-Rp 2.150 short term.

4. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 2.320, cutloss jika break di bawah Rp 2.300. Jika tidak break di bawah Rp 2.320, potensi naik dengan area jual di Rp 2.380-Rp 2.400 short term.

5. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 1.230, cutloss jika break di bawah Rp 1.200. Jika tidak break di bawah Rp 1.200, potensi naik dengan area jual di Rp 1.265-Rp 1.300 short term.

6. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Rekomendasi: Buy

Beli di Rp 11.375, cutloss jika break di bawah Rp 11.275. Jika tidak break di bawah Rp 11.375, potensi naik dengan area jual di Rp 11.550-Rp 11.700 short term.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×