Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tekanan yang terjadi di pasar saham Indonesia dalam dua hari terakhir.
“Sebagai bentuk tanggung jawab apa yang terjadi dua hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama BEI,” kata Iman di press room BEI, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, keputusan yang diambil merupakan langkah yang terbaik untuk pasar modal. Dia berharap dengan pengunduran dirinya, pasar modal Indonesia akan menjadi lebih baik.
Pasar saham langsung melemah pasca pengumuman pengunduran diri Imam dari posisinya tersebut. Pada intraday perdagangan Jumat (30/1/2026), IHSG terkoreksi 0,74% ke level 8.171,24 pukul 9:33 WIB.
Padahal, IHSG membuka perdagangan hari ini dengan menguat 1,11% ke level 8.323,20 setelah dua hari terkena trading halt.
Baca Juga: Simak Arah IHSG di Tengah Pengumuman Mundur Dirut BEI Iman Rachman
Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Chory Agung Ramdhani menilai pengunduran diri Iman Rachman merupakan bentuk pertanggungjawaban moral atas gejolak pasar yang dipicu sentimen MSCI terkait isu free float.
Langkah tersebut mencerminkan tingkat akuntabilitas yang tinggi. Dalam jangka pendek, keputusan ini memang berpotensi menimbulkan ketidakpastian dari sisi administratif.
Namun, karena pengunduran diri tersebut dilakukan sebagai respons atas gejolak yang telah terjadi bukan akibat munculnya persoalan internal baru, pasar cenderung memaknainya sebagai upaya meredam sentimen negatif demi memulihkan kepercayaan investor.
Chory memproyeksikan IHSG akan bergerak konsolidatif dengan volatilitas tinggi di kisaran 8.150–8.400 hingga akhir pekan ini. Pelaku pasar masih akan bersikap wait and see, terutama menantikan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) yang diharapkan mampu menjaga stabilitas operasional bursa.
"IHSG masih berada dalam kondisi rentan terkoreksi, khususnya apabila tekanan jual dari investor asing belum sepenuhnya mereda seiring proses rebalancing indeks global," ujar Chory kepada Kontan, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: BREAKING NEWS! Iman Rachman Mengundurkan Diri dari Jabatan Dirut BEI
Kenaikan IHSG ke area 8.300-an pada perdagangan pagi ini dinilai masih sebatas technical rebound pasca dua hari berturut-turut mengalami trading halt. Apabila indeks gagal bertahan di atas level psikologis 8.200, maka peluang pengujian ulang ke area 8.000 tetap terbuka.
Meski demikian, dalam jangka menengah volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi hingga terdapat kejelasan terkait kebijakan free float yang menjadi sorotan MSCI.
Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1% pada 2026 berdasarkan data IMF dinilai dapat menjadi penopang sehingga koreksi tidak berkembang menjadi tekanan berkepanjangan.
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif ini, Chory merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham-saham yang telah terkoreksi cukup dalam namun didukung fundamental yang solid. Selain itu, investor juga dapat mempertimbangkan speculative buy pada saham-saham yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah (reversal).
Selanjutnya: Prediksi Emas Terbaru 2026: UBS Pasang Target Fantastis US$ 6.200 per Ons!
Menarik Dibaca: Film Surat untuk Masa Mudaku Tayang di Netflix, Ini Cerita Para Pemainnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












