kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

CDS Turun, Yield SBN 5 Tahun Masih Tertahan di 6,29%


Selasa, 21 April 2026 / 19:00 WIB
CDS Turun, Yield SBN 5 Tahun Masih Tertahan di 6,29%
ILUSTRASI. Pergerakan pasar obligasi pemerintah masih cenderung terbatas di tengah kombinasi sentimen fiskal dan dinamika likuiditas. ?(Dok/Kemenkeu)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan pasar obligasi pemerintah masih cenderung terbatas di tengah kombinasi sentimen fiskal dan dinamika likuiditas. 

Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 5 tahun tercatat di level 6,29% pada perdagangan Selasa (21/4/2026), relatif stabil dibandingkan sepekan lalu di kisaran 6,34%.

Di sisi lain, indikator risiko menunjukkan perbaikan. Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun melandai ke level 81,52 atau turun 4,38% dalam sepekan terakhir.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual menilai pasar merespons positif upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal. 

Baca Juga: Investor Asing Selektif, Persepsi Risiko Investasi SBN Turun Saat Yield Stabil

Salah satu katalisnya adalah kabar penghematan anggaran, termasuk pada program MBG, yang mendorong penurunan premi risiko SBN.

Namun, perbaikan persepsi risiko tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pergerakan yield. Hal ini seiring dengan berkurangnya aktivitas Bank Indonesia (BI) di pasar SBN dalam beberapa waktu terakhir, sehingga yield masih cenderung bergerak turun tipis dalam sepekan terakhir.

"Kenaikan yield SBN merespons kenaikan ekspektasi inflasi domestik, sehingga suku bunga riil Indonesia tetap stabil," ujar David kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).

Hal ini tercermin dari indeks volatilitas seperti VIX yang masih menunjukkan kondisi pasar global yang belum stabil.

Ke depan, yield SBN diperkirakan memiliki kecenderungan naik, dipengaruhi oleh rencana akselerasi penerbitan SBN dan basis permintaan yang cenderung sempit. 

Baca Juga: SR024 Nyaris Ludes, Minat Investor Ritel Melonjak di Tengah Ketidakpastian Global

Dalam hal ini, manajemen fiskal pemerintah dinilai menjadi faktor utama yang akan menentukan arah pasar obligasi.

Dalam kondisi pasar yang masih bergejolak, investor disarankan menjaga likuiditas. Pergerakan pasar saat ini dinilai lebih banyak dipengaruhi sentimen jangka pendek atau event-driven, dibandingkan faktor fundamental yang kuat.

Meski demikian, aliran dana asing mulai menunjukkan tanda-tanda kembali masuk ke pasar SBN dalam sepekan terakhir. 

Hal ini didorong oleh komitmen pemerintah dalam pengendalian fiskal serta level yield yang dinilai semakin menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×