kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45916,37   -3,13   -0.34%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Capai rekor tertinggi, prospek timah cerah


Sabtu, 01 Mei 2021 / 15:56 WIB
Capai rekor tertinggi, prospek timah cerah
ILUSTRASI. Bursa timah ICDX.


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas timah kian beranjak naik. Di bursa timah ICDX, harga timah berhasil menyentuh rekor tertingginya sampai saat ini, yaitu US$ 32,400 per metrik ton. Hal ini mengukuhkan timah sebagai komoditas tidak tergantikan dan tidak terbarukan yang memiliki daya utilisasi tinggi.

Naiknya harga timah menjadi tanda bahwa ketergantungan dunia terhadap produksi timah Indonesia cukup besar.

Sekadar informasi saja, kebutuhan dunia meningkat pesat sejalan dengan restriksi pandemi Covid-19. Pandemi mengakselerasi adaptasi manusia terhadap teknologi, dan timah merupakan salah satu bahan esensial dalam produksi elektronik, industri otomotif elektrik dan renewable energy.

Sebagai negara eksportir timah nomor satu di dunia, Indonesia akan menjadi poros timah dunia dalam perdagangan timah secara global.

Baca Juga: Dibukanya ekspor mineral mentah tidak mengubah rencana perusahaan membangun smelter

“Indonesia berpotensi menjadi menjadi tulang punggung timah dunia di tahun ini, mengingat potensi timah dan kapasitas smelter Indonesia memungkinkan dapat memproduksi timah dengan tujuan ekspor lebih tinggi lagi," ujar Bambang, Kepala logistik ICDX dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/5).

Akan tetapi, tingginya permintaan timah tak dapat dipenuhi secara maksimal, mengingat volume total produksi timah Indonesia dan China yang terbatas. Rendahnya stok timah global ini juga yang menjadi katalis rekor harga timah tertinggi di bursa ICDX dalam sepuluh tahun terakhir.

Cina yang memiliki volume produksi timah yang besar juga menahan stok ekspornya yang secara langsung menambah urgensi akan timah semakin besar.

“Harga tertinggi ini tentu menjadi bekal industri timah dalam negeri dalam meningkatkan posisi tawar ekspor timah Indonesia terhadap pasar global," lanjut Bambang.

Timah sebagai komoditas tak terbarukan ini akan menjadi sentral dalam ekonomi Indonesia. Harga timah di bursa ICDX yang menyentuh level US$ 32,400 pekan ini lebih tinggi dari harga timah di London Metal Exchange (LME) sebesar US$ 31,750 per metrik ton.

Baca Juga: Tahun ini, Timah (TINS) targetkan penjualan 31.000 ton logam timah

Menurut Bambang, timah yang diperdagangkan melalui ICDX berpotensi untuk mencatatkan harga yang stabil diatas harga LME, karena mutu dan kualitas timah dalam negeri lebih baik dibandingkan produsen lain di dunia.

"Hal ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan industri timah domestik dan menambah devisa hasil ekspor dan royalti secara maksimal. Serta Indonesia bisa menjadi poros dalam pengembangan teknologi dengan timah sebagai bahan baku esensial," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×