kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa regional merah, IHSG akan tetap melemah


Senin, 08 April 2013 / 12:55 WIB
ILUSTRASI. Ada banyak makanan yang dapat Anda konsumsi sebagai obat gusi bengkak.


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Pada sesi I Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun ke zona merah. Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan tetap akan melemah di sesi kedua.

Dimas Adrianto, analis PT Asjaya Indosurya Securities mengungkapkan bahwa pelemahan pergerakan IHSG sesi II dikarenakan bursa Asia selain Jepanga masih melemah. Sedangkan dari dalam negeri, pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Kamis ini. 

Dimas memprediksi indeks berada pada rentang 4.880-4.940.

"Untuk saham yang dapat dicermati pada perdagangan siang ini antara lain LPKR, ERAA, MPPA, HOTL, MPPA, BBNI, PGAS, AUTO, DILD, KIJA, ADHI, SMRA, BMTR, MAPI, AKRA dan HERO," kata Dimas pada Senin (8/4).

Analis dari PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengungkapkan bahwa IHSG sesi II akan berada pada pergerakan datar atau sideways. Sebab, seluruh faktor baik pasar Amerika Serikat maupun bursa regional, kecuali Jepang, berada pada zona merah. "Nikkei positif karena memang mendapat stimulus," kata Kiswoyo.

Karena itu, ia memperkirakan IHSG sesi II akan berkisar antara 4.850-4.950. "Indeks bisa positif jika mendapat dorongan sentimen positif dari bursa Eropa. Meski begitu, untuk saat ini masih belum dapat mencetak rekor baru," tandas Kiswoyo.

Untuk saham yang dapat dicermati, Kiswoyo merekomendasikan saham MAPI, GGRM, ISAT dan BBCA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×