kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.880   -55,00   -0,31%
  • IDX 5.844   -51,67   -0,88%
  • KOMPAS100 757   -7,34   -0,96%
  • LQ45 577   -6,32   -1,08%
  • ISSI 202   -0,76   -0,37%
  • IDX30 328   -3,70   -1,12%
  • IDXHIDIV20 403   -4,87   -1,19%
  • IDX80 86   -0,83   -0,95%
  • IDXV30 109   -0,93   -0,85%
  • IDXQ30 106   -1,23   -1,15%

Bursa kawasan tumbang di hari kedua


Rabu, 10 Desember 2014 / 13:47 WIB
ILUSTRASI. Fransisca Krisantia Nugraha, EVP Consumer Goods and Lifestyle Blibli pada event Bliblimart.


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

TOKYO. Bursa Asia berpotensi turun untuk hari kedua, Selasa (10/12). Penurunan harga minyak mentah dan pergerakan kurs yang fluktuatif menyeret turun mayoritas bursa di kawasan.

Acuan bursa kawasan, MSCI ASia Pacifik Index turun 1,1% pada pukul 2:54 waktu Tokyo. Indeks Topix di Jepang merosot 2%. 

Yen Jepang menguat untuk hari ketiga dan menyeret turun saham-saham eksportir di Jepang. Indeks JPMorgan Global FX Volatility naik 9,5% sampai siang ini, dan menunjukkan kurs paling berfluktuatif sejak September 2013.

Sementara, harga minyak mentah dunia kembali merosot dan menekan saham-saham sektor energi. Namun, bursa di kawasan China menguat meski baru saja mengumumkan data ekonomi yang mengecewakan. 

Producer Prices Index (PPI) China untuk bulan November turun 2,7% dan menjadi deflasi ke-33 berturut-turut. Sementara Consumer Price Index (CPI) naik 1,5%. Ini merupakan inflasi terpelan yang dicapai China sejak tahun 2009. 

Indeks Shanghai Composite Index bertambah 0,6%, rebound setelah kemarin merosot 5,4%. Sedangkan Hang Seng Index di Hong Kong naik 0,1%.  

Menurut Gerry Alfonso, Direktur Penjualan Saham dan Trading di Shenyin & Wanguo Securities Co, bursa China justru menguat karena ruang untuk memberi stimulus atau pelonggaran ekonomi makin besar.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×