Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
TOKYO. Bursa Jepang terjungkal dalam. Pada penutupan pukul 15.00 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average tergerus 2,3% menjadi 11.398,81. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 16 Januari lalu. Kemarin, indeks acuan Negeri Sakura ini ditutup pada level tertinggi sejak September 2008. Sedangkan indeks Topix turun 1,4% menjadi 966,77. Dalam setiap empat saham yang turun, terdapat satu saham yang naik.
Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Jepang. Beberapa di antaranya: Nippon Sheet Glass Co yang turun 3,5%, Japan Tobacco Inc turun 0,7%, Kawasaki Kisen Kaisha Ltd naik 1,7%, dan Medical Care Service Co melompat 7,1%.
Pemicu penurunan bursa Jepang masih disebabkan oleh sentimen dari Italia. Rupanya, pelaku pasar merasa cemas, ketidakpastian politik di Italia pasca Pemilu akan kembali mengguncang perekonomian negara tersebut dan Eropa secara keseluruhan.
"Jika Italia menolak melakukan penghematan, maka tidak diragukan lagi hal itu akan menyebabkan munculnya ketidakpastian yang baru di Eropa. Kondisi ini mengingatkan saya terhadap apa yang terjadi di Yunani pada tahun lalu di mana ketidakpastian politik menyebabkan guncangan di pasar finansial," jelas Fumiyuki Nakanishi, senior strategist SMBC Friend Securities Co.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













