kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Jepang masih di zona merah di sesi I


Senin, 31 Agustus 2015 / 12:01 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Yudho Winarto

TOKYO. Saham Jepang dibuka turun dengan indeks Topix ditetapkan untuk penurunan bulanan tertajamnya lebih dari tiga tahun terakhir, seiring komentar dari pejabat The Fed dengan spekulasi terbaru mengenai kenaikan suku bunga AS yang akan dilakukan sesegera mungkin setelah bulan September.

Topix tergelincir 0,8% menjadi 1.537,78 pada sesi break di Tokyo, menuju penurunan 7,3% pada Agustus, yang merupakan penurunan terbesar seperti sejak bulan Mei 2012. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,1% menjadi 18.935,57, berada di jalur untuk penurunan bulanan sebesar 8%.

Toyota Motor Corp turun 1,7% karena penguatan yen membebani eksportir. Oki listrik Industry Co anjlok 4,9% setelah Goldman Sachs Group Inc menurunkan ratingnya pada produsen peralatan komunikasi. Mitsubishi Chemical Holdings Corp turun 3,7% karena investor mengambil keuntungan setelah reli 13% selama tiga sesi sebelumnya. Suzuki Motor Corp jatuh sebanyak 1,1% setelah diselesaikannya perseteruan lama dengan Volkswagen AG, sehingga mobil Jepang menghadapi prospek pembayaran kerusakan.

Sementara yen menguat 0,4% menjadi 121,22 per dollar, menghentikan pelemahan empat harinya. Bursa berjangka AS jatuh setelah pejabat The Fed melakukan pertemuan di Jackson Hole, Wyoming, yang mengatakan inflasi cenderung untuk meningkat, menyikapi harapan investor bahwa kenaikan suku bunga akan ditunda hingga Desember. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×