kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.680   -103,00   -0,58%
  • IDX 6.653   57,16   0,87%
  • KOMPAS100 870   11,15   1,30%
  • LQ45 661   8,94   1,37%
  • ISSI 231   1,89   0,82%
  • IDX30 370   4,66   1,28%
  • IDXHIDIV20 458   6,93   1,54%
  • IDX80 99   1,26   1,29%
  • IDXV30 126   2,38   1,92%
  • IDXQ30 119   1,92   1,65%

Bursa Asia tergerus 1,6% dalam sepekan


Minggu, 10 November 2013 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. Tanda-tanda melahirkan pembukaan 1. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia mencatatkan penurunan di sepanjang pekan lalu. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, pada periode 4-8 November 2013, indeks MSCI Asia Pacific turun 1,6% menjadi 138,98.

Penurunan dipicu oleh merahnya sejumlah indeks acuan di kawasan regional. Sebut saja indeks Topix yang turun 0,6% di Jepang, indeks S&P/ASX 200 yang turun 0,2% di Australia, dan indeks Straits Times Singapura yang turun 0,8%.

Penurunan yang dalam terlihat pada indeks Hang Seng sebesar 2,2% di Hong Kong. Demikian pula halnya dengan Shanghai Composite Index di China yang turun 2%. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 2,7% dan indeks Taiex Taiwan turun 1,9%.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Asia. Beberapa di antaranya yakni: Samsung Electronics Co yang turun 6% selama sepekan di Seoul, Industrial & Commercial Bank of China Ltd turun 3,7% di Hong Kong, dan Toyota Motor Corp turun 2,1% di Tokyo. Di sisi lain, Coca Cola West Co membukukan kenaikan terbesar kelima pada pekan ini setelah mencetak lonjakan laba bersih.

Sepertinya, investor di kawasan regional mencemaskan langkah the Federal Reserve AS yang dalam waktu dekat akan memutuskan untuk mengurangi nilai stimulus. Pasalnya, the Fed menilai, ekonomi AS sudah cukup kuat dan stabil.

"Kapan waktu pelaksanaan dan besaran pemangkasan stimulus merupakan hal yang penting. Jika mereka memangkas stimulus dengan nilai yang cukup besar, maka pasar finansial akan terguncang," jelas Nader Naemi, head of dynamic asset allocation AMP Capital Investors Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×