kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.723   4,00   0,02%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bursa Asia mixed, mayoritas indeks melemah pada Kamis (18/11) pagi


Kamis, 18 November 2021 / 08:38 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Kamis (18/11) pagi dengan mayoritas indeks melemah karena investor mempertimbangkan risiko pemilihan ekonomi global dari prospek pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat untuk mengatasi inflasi.

Ekuitas tergelicir di Jepang dan naik tipis di Australia.

Pukul 08.30 WIB, indeks Nikkei 225 turun 127,84 poin ata 0,42% ke 29.562,67,Hang Seng turun 280,20 poin atau 1,09% ke 25.369,88.

Taiex naik 30,17 poin atau 0,18% ke 17.795,17, Kospi turun 16,51 poin atau 0,56% ke 2.94

Baca Juga: Mayoritas bursa Asia melemah pada perdagangan Rabu (17/11) pagi

Di China, pendapatan Alibaba Group Holding Ltd akan memberikan gambaran tentang dampak pembatasan peraturan Beijing. China Evergrande Group mengatakan akan menjual sahamnya di HengTen Networks Group senilai US$ 273 juta.

Investor bergulat dengan risiko bahw Federal Resere akan mengurangi pembelian aset dan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan untuk melawan tekanan harga.

"Dengan pembacaan inflasi terbaru ini, ada beberapa kekhawatiran bahw Fed akan mengurangi jumlah pembelian, mempercepat pengurangan itu," kata Michael Arone, kepala strategi investasi State Street Global Advisors seperti dikutip Bloomberg.

"Itu akan menjadi kejutan bagi pasar dan dapat menyebabkan volatilitas."

Selanjutnya: Kompak hijau, harga saham BBRI & BBCA menguat di perdagangan Rabu (17/11)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×